Rabu 20 Dec 2023 23:41 WIB

Satlantas Pantau Lalu Lintas di Jalur SSA Bogor Setelah Revitalisasi Jembatan Otista

Satlantas mengantisipasi titik lain yang dapat menyumbat arus lalu lintas.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apria.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apria.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Setelah revitalisasi Jembatan Otista rampung, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota memantau arus lalu lintas kendaraan di jalur sistem satu arah (SSA). Berdasarkan pantauan pada Rabu (20/12/2023) petang, arus lalu lintas dilaporkan ramai lancar.

Dilaporkan kendaraan dapat melaju sekitar 20 kilometer sampai 40 kilometer per jam, tanpa terjadi penyumbatan. “Terpantau sore hari ini arus lalu lintas cukup ramai. Memang benar-benar sudah hilang bottleneck ataupun penyumbatan yang dulu terjadi di Jembatan Otista ini,” kata Kepala Satlantas Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apria, saat memantau lalu lintas di Jembatan Otista, Rabu.

Baca Juga

Jembatan Otista di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat, selesai direvitalisasi dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (19/12/2023). Revitalisasi itu ditujukan untuk mengatasi permasalahan kemacetan akibat terjadinya penyempitan jalan di jembatan. Galih mengapresiasi revitalisasi jembatan yang berdampak positif terhadap kelancaran arus lalu lintas ini.

Ke depan, Galih mengatakan, Satlantas akan mengantisipasi titik-titik lain di jalur SSA yang berpotensi terjadi penyumbatan arus lalu lintas. Di antaranya di Warung Bogor, Pasar Bogor, BTM, Jembatan Merah, dan Jalan Kapten Muslihat. 

 

Terkait hal itu, Galih mengatakan, pihaknya bersama jajaran pemerintah daerah dalam Forum Komunikasi Lalu Lintas merancang program Sobat Jalan (Sopir Hebat Jaga Kelancaran). Program itu diharapkan dapat membantu mengatasi potensi-potensi penyumbatan arus lalu lintas. “(Misalnya) Kami yang setiap hari mendapatkan masukan dari masyarakat adalah angkot-angkot yang ngetem. Itu yang menjadi perhatian kami,” kata dia. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement