Rabu 14 Jun 2023 19:45 WIB

DPRD Jawa Barat Gelar Seminar Bahas Sejarah hingga Aktualisasi Pancasila

Peringatan Hari Lahir Pancasila perlu kembali dihidupkan.   

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
l Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari.
Foto: Dok Humas DPRD Jawa Barat
l Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sekretariat DPRD Jawa Barat menggelar seminar dengan tema Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global. Kegiatan seminar dilakukan di rooftop gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Rabu (14/6/2023).

Seminar digelar dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni. Kegiatan diisi oleh berbagai narasumber di antaranya, Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat Bedi Budiman, Kepala Dinas Pendidikan Jabar Drs Wahyu Mijaya, dan Sosiolog Dr. Asep Salahudin.

Ketua DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, mengapresiasi acara seminar dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan Sekretariat DPRD Jawa Barat. 

Ineu mengatakan, seminar ini sangat penting untuk mengingatkan kembali terhadap sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia. Termasuk bagaimana Pancasila dicetuskan, hingga menjadi ideologi, dasar negara dan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. 

Diharapkan, kata Ineu, kegiatan ini bisa berkesinambungan dan lebih banyak lagi peserta khususnya generasi muda yang hadir. Agar generasi muda bisa memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila. 

“Sebagai pimpinan DPRD Jawa Barat. Saya mengapresiasi Sekretariat DPRD Jawa Barat, Komisi I karena sudah memfasilitasi kegiatan ini, dan berterima kasih kepada yang sudah hadir (termasuk narasumber). Saya berharap kegiatan ini terus dilakukan,” kata Ineu Purwadewi Sundari, Bandung, Rabu (14/6/2023). 

Hal senada disampaikan Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat Bedi Budiman. Menurutnya,  seminar terkait Pancasila sangat penting sebagai upaya mengingatkan kembali betapa pentingnya melestarikan nilai-nilai Pancasila. Mulai dari sejarahnya, posisi Pancasila dengan ideologi negara lain, aktualisasi Pancasila hingga bagaimana pemahaman dan tantangannya. 

Apalagi, kata dia, munculnya pandangan seolah-olah Pancasila telah ditinggalkan saat awal reformasi, dampak dari era orde baru yang menjadikan Pancasila sebagai alat menekan lawan politik. Sehingga muncullah pandangan tersebut. 

“Sehingga secara tidak sadar, kita akhirnya memanen munculnya politik identitas, dan masih banyak lagi hal-hal yang tercerabut dari falsafah bangsa ini,” kata Bedi Budiman. 

Oleh karena itu, kata dia, peringatan Hari Lahir Pancasila perlu kembali dihidupkan. Setiap tahun Hari Lahir Pancasila perlu diperingati dengan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila. 

“Karena jika tidak akhirnya Pancasila dilupakan, dan sudah pasti ideologi lain masuk. Akhirnya paham radikalisme subur,” katanya. 

Bedi mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan seminar ini, dan aneka lomba (yang berkaitan dengan peningkatan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila). "Apalagi Jabar menjadi paling dekat dengan DKI Jakarta, pusatnya dinamika politik,” katanya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement