Selasa 22 Aug 2023 20:39 WIB

Komisi 4 DPRD Jabar Dorong Cable Car Bandung Raya Segera Direalisasikan

Cable car Bandung Raya disebut sudah diakomodasi rencana tata ruang wilayah.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Irfan Fitrat
Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kota Bandung.
Foto: Dedi Junaedi/REPUBLIKA
Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kota Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Hasbullah Rahmad mendorong pembangunan sarana transportasi publik cable car di wilayah Bandung Raya. Keberadaan cable car diharapkan meningkatkan konektivitas daerah dan mengurai potensi kemacetan.

Dorongan itu menanggapi kabar dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang menyebut rencana cable car sudah mendapat restu Presiden Joko Widodo, melalui menteri Perhubungan. Hasbullah mendorong pemerintah pusat mendukung realisasi cable car karena sudah masuk dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) Jabar.

Baca Juga

Cable car Bandung Raya sudah diajukan. Itu sudah ada di RTRW Jabar 2022-2024. Jadi, harus ada transportasi publik berbasis rel yang bisa terkoneksi dengan stasiun kereta api, yakni ada di Padalarang dan Gedebage," ujar Hasbullah kepada Republika, Senin (21/8/2023).

Hasbullah menilai, cable car di wilayah Bandung Raya menjadi salah satu upaya untuk mengurangi beban volume kendaraan pribadi. “Tapi kan perlu support pusat karena terkait anggaran dan kewenangan. Harapannya Bandung Raya, Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, harus memiliki konektivitas berbasis rel,” kata Hasbullah.

Menurut Hasbullah, DPRD Jabar akan mengawal arah pembangunan untuk mendukung konektivitas daerah. Pasalnya, kata dia, konektivitas daerah ini dapat turut mendorong perekonomian. Walaupun masa jabatan Ridwan Kamil sebagai gubernur Jabar periode 2018-2023 akan berakhir, ia mengatakan, rencana pembangunan cable car bisa terus berlanjut.

Hasbullah mengatakan, rencana itu dapat ditindaklanjuti oleh penjabat (pj) gubernur. “Dalam membangun kita mengacu pada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Yang penting konektivitas dan infrastruktur,” ujarnya.

Terkait infrastruktur, Hasbullah menyoroti soal kondisi jalan. Menurut dia, kondisi jalan di Jabar mesti terus dibenahi karena ada yang sudah melewati masa umurnya. “Ini harus diperhatikan. Kalau jalan mulus, maka bisa menumbuhkan perekonomian, utara, barat, timur Jabar,” kata dia.

Hasbullah mengatakan, kondisi jalan yang mulus juga dapat membantu petani dalam mendistribusikan produk pertaniannya. Begitu juga aktivitas perekonomian lainnya. “Apalagi kalau jalan tol disambungkan dengan jalan arteri di Jabar,” ujar Hasbullah.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement