Senin 28 Aug 2023 13:47 WIB

Motor yang Ditumpangi Tiga Pelajar SMP Tasikmalaya Masuk Jurang

Sepeda motor yang ditumpangi tiga pelajar itu diduga mengalami rem blong.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Jembatan Gobang yang menghubungkan wilayah Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, dengan Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Foto: Republika/Bayu Adji
(ILUSTRASI) Jembatan Gobang yang menghubungkan wilayah Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, dengan Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA — Tiga pelajar SMP yang berboncengan satu motor mengalami kecelakaan tunggal di Kampung Gobang, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (28/8/2023). Motor yang ditumpangi ketiga pelajar SMP 17 Kota Tasikmalaya itu masuk jurang.

Kepala Polsek (Kapolsek) Cibeureum AKP Nandang Rokhmana menjelaskan, kecelakaan itu dilaporkan terjadi pada Senin, sekitar pukul 08.00 WIB. Pelajar berinisial RR (15 tahun), DI (15), dan NF (15) awalnya hendak menuju Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga

“Korban mengendarai sepeda motor Honda Beat hitam dengan berboncengan tiga orang dari arah sekolah menuju ke Manonjaya,” kata Kapolsek, Senin.

Menurut Kapolsek, korban melalui jalan yang mengarah ke Jembatan Gobang, penghubung antara Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya. Ketika melewati jalan menurun sebelum Jembatan Gobang, kata dia, diduga sepeda motor yang ditumpangi para pelajar itu mengalami rem blong.

Sepeda motor tersebut oleng dan terperosok ke jurang dengan kedalaman sekitar 10 meter. Ketiga pelajar itu ikut terjatuh ke jurang. Menurut Kapolsek, kondisi jalan di lokasi kecelakaan itu memang terbilang curam.

Kapolsek mengatakan, polisi yang menerima laporan kecelakaan itu langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP). Bersama warga, polisi mengevakuasi ketiga pelajar itu. Korban dikabarkan terluka pada bagian kepala dan badan.

“Korban dibawa ke RSUD dengan ambulans Puskesmas Purbaratu untuk mendapatkan perawatan yang intensif,” ujar Kapolsek.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Ely Suminar mengaku telah menerima laporan kecelakaan yang dialami ketiga pelajar itu. Ia merasa prihatin dan mengimbau para pelajar SMP untuk tidak mengendarai sepeda motor.

“Kami tidak imbau pun usia 15 tahun itu tidak punya SIM (surat izin mengemudi). Artinya, tidak boleh bawa motor,” kata Ely.

Ely mengingatkan pihak sekolah untuk memantau para siswa. Ia juga meminta orang tua siswa tidak membiarkan anaknya yang masih di bawah umur untuk mengendarai sepeda motor.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement