Selasa 07 Nov 2023 16:46 WIB

Dikabarkan Buang Air di Toilet Pesantren Tasikmalaya, Seorang Santri Meninggal

Polisi sudah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara setelah adanya santri yang meninggal dunia di salah satu pesantren wilayah Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (7/11/2023).
Foto: Republika/Bayu Adji P
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara setelah adanya santri yang meninggal dunia di salah satu pesantren wilayah Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (7/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA — Seorang santri di salah satu pesantren wilayah Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (7/11/2023). Santri kelas VII asal Bandung itu sebelumnya dikabarkan masuk ke toilet pesantren untuk buang air.

Kepala Polsek (Kapolsek) Cibeureum AKP Nandang Rokhmana mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian itu pada Selasa siang. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, santri tersebut awalnya masuk ke toilet pesantren untuk buang air. Tak lama kemudian, dikabarkan terdengar suara seperti ada yang terjatuh di toilet itu.

Baca Juga

Sejumlah saksi yang mengetahui hal itu langsung mengecek dan berupaya menolong korban. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. “Saat diperiksa, korban sudah meninggal dunia,” ujar Kapolsek.

Setelah menerima laporan kejadian itu, polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan. “Kami sudah cek TKP bersama Inafis Polres Tasikmalaya Kota untuk melakukan penyelidikan. Di sekitar TKP ada dugaan korban tersetrum,” kata Kapolsek.

 

Kapolsek menjelaskan, di sekitar toilet itu terdapat sejumlah kabel listrik yang kondisinya kurang baik. Kemudian pada jenazah korban ditemukan adanya bekas luka yang diduga akibat sengatan listrik. “Dugaan hasil penyelidikan, korban terkena sengatan listrik,” ujar dia.

Menurut Kapolsek, keluarga korban sudah ada di pesantren. Ia menyebut pihak keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah.

Kapolsek mengatakan, pihaknya memasang garis polisi di sekitar TKP. Polisi mengingatkan juga soal kelayakan kabel listrik untuk mengantisipasi kejadian orang tersetrum. “Jangan sampai ada yang bisa menimbulkan bahaya,” kata dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement