Senin 09 Oct 2023 18:13 WIB

Ada Bantuan Pangan, Harga Beras di Indramayu Disebut Agak Turun

Pedagang menyebut harga beras mulai turun sejak dua pekan lalu.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Irfan Fitrat
Pelepasan penyaluran bantuan pangan berupa cadangan beras pemerintah tahap dua untuk warga Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, di Gudang Bulog Pekandangan, Indramayu, Kamis (13/9/2023).
Foto: Lilis Sri Handayani/Republika
Pelepasan penyaluran bantuan pangan berupa cadangan beras pemerintah tahap dua untuk warga Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, di Gudang Bulog Pekandangan, Indramayu, Kamis (13/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU — Adanya penyaluran bantuan pangan dari pemerintah kepada sejumlah warga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dinilai ikut berdampak terhadap harga beras di pasaran. Harga beras disebut menurun, meskipun tidak signifikan.

Bantuan cadangan beras pemerintah (CBP) tahap II di Kabupaten Indramayu disalurkan mulai September 2023. Salah satu pemilik kios beras di Pasar Baru Indramayu, Hadi (46 tahun), mengatakan, sebelum ada program bantuan pangan dari pemerintah, harga beras di pasar naik hampir setiap hari. Kenaikannya disebut bisa sekitar Rp 100-300 per kilogram setiap harinya.

Baca Juga

“Tapi, sejak adanya beras bantuan dari pemerintah, kenaikan harga beras di pasaran langsung berhenti, bahkan harganya turun sedikit,” kata Hadi, saat ditemui di kiosnya, Senin (9/10/2023).

Saat ini, Hadi mengatakan, harga beras kualitas medium sekitar Rp 13 ribu per kilogram. Sedangkan beras kualitas premium sekitar Rp 14 ribu per kilogram. “Harga saat ini sudah turun Rp 300 per kilogram dari harga sebelumnya. Penurunannya sejak dua pekan yang lalu,” ujar dia.

 

Menurut Hadi, dengan adanya penyaluran bantuan beras dari pemerintah kepada masyarakat, permintaan beras ke tempatnya menurun. Padahal, kata Hadi, saat harga beras naik, permintaan dari masyarakat tetap stabil. Ia mengaku penjualan beras di kiosnya bisa mencapai satu ton sampai dua ton per hari. “Beras kan kebutuhan pokok. Jadi, walaupun harganya naik, masyarakat tetap beli,” katanya.

Hadi berharap harga beras bisa kembali normal. Untuk beras medium, dalam kondisi normal harganya sekitar Rp 10 ribu per kilogram dan beras premium Rp 11 ribu per kilogram. “Kalau terlalu murah juga jangan, kasihan petani. Terlalu mahal juga jangan, kasihan masyarakat. Ya normal saja dan stabil,” kata Hadi.

Bantuan beras Oktober

Pimpinan Cabang Perum Bulog Indramayu, Ilhamsyah, juga melihat adanya penurunan harga beras di pasaran setelah dilakukan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. “Ya, sejak awal penyaluran bantuan pangan, harga beras di pasaran turun, walau memang tidak signifikan,” kata dia.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement