Senin 16 Oct 2023 14:00 WIB

Pemprov Jabar Belum akan Bagikan Rice Cooker Gratis, Masih Fokus ke Motor Listrik

Semua kebutuhan mengenai program penyaluran ini langsung dilakukan Kementerian ESDM.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar, Ai Saadiyah Dwidaningsih menunjukkan kendaraan dinas listrik yang disewa.
Foto: Republika/Arie Lukihardianti
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar, Ai Saadiyah Dwidaningsih menunjukkan kendaraan dinas listrik yang disewa.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membagikan 500 ribu unit rice cooker atau alat memasak berbasis listrik (AML) pada masyarakat mulai dari November 2023.

Pembagian rice cooker tersebut, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyediaan Alat Memasak Berbasis Listrik bagi Rumah Tangga.

Menurut, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih mengatakan, program ini sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah pusat. Pemprov Jawa Barat tidak dilibatkan baik itu untuk data dan beberapa hal lainnya. 

"Programnya langsung turun dari pusat, tidak ada koordinasi dengan Pemprov," ujar Ai, saat dikonfirmasi, Senin (16/10/2023).

Menurut Ai, semua kebutuhan mengenai program penyaluran ini pada warga Jawa Barat akan langsung dilakukan oleh Kementerian ESDM. Semua informasi akan diumumkan pemerintah pusat, bukan dari Pemprov Jabar. 

"Kita tidak terlibat mekanismenya seperti apa, atau target sasarannya pun kita tidak ada permohonan koordinasi," katanya. 

Saat ditanya soal program rice cooker gratis ini apakah akan turut diterapkan di Jawa Barat, menurut Ai, pada dasarnya Pemprov Jawa Barat kini masih fokus pada pengembangan bengkel konversi kendaraan berbahan BBM ke listrik.

"Sejauh ini belum (dibutuhkan), Kita fokus di pemberian akses listrik dan program lain yang sudah berjalan, seperti pengembangan bengkel-bengkel konversi motor listrik, dan lainnya. Penggunaan kompor induksi masih berjalan juga," katanya. 

Pemprov Jawa Barat, kata dia, beberapa waktu lalu melaksanakan bimtek dan sosialisasi di tiga kota bersama dengan Dirjen EBTKE, PPSDM dan ENTREV. Hal itu dilakukan agar bengkel konversi kendaraan listrik semakin banyak. 

"Kami berharap semakin banyak bengkel tersertifikasi," katanya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement