Jumat 24 Nov 2023 15:37 WIB

Gegara Heboh, Program Makanan Anak Stunting di Depok Dihentikan Sementara

Program PMT lokal di Kota Depok diharapkan tidak dihentikan sepenuhnya.  

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Agus Yulianto
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati.
Foto: Dok Pemkot Depok
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal di Kota Depok, Jawa Barat akan dihentikan sementara, mulai dari 24 hingga 26 November. Bantuan dihentikan sementara setelah program ini ramai disorot dan berjalan sejak 10 November lalu.

Kepala Dinkes Kota Depok Mary Liziawati mengatakan, langkah ini dilakukan setelah pihaknya mendapatkan banyak masukan dari berbagai pihak. Seperti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, masyarakat, media, serta pihak lain yang peduli terhadap kegiatan PMT lokal ini. 

"Dalam waktu tiga hari kedepan, Dinkes, Puskesmas, dan lintas sektor pelaksanaan kegiatan akan melakukan evaluasi pemberian PMT lokal, edukasi dan pemberdayaan," jelas Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati dikutip dari situs informasi Pemkot Depok yang juga dikonfirmasi Republika.co.id, Jumat (24/11/2023). 

Menurut Mary, evaluasi yang akan dilakukan meliputi pemantauan kenaikan berat badan balita sasaran, penguatan sosialisasi kepada masyarakat dan kader serta tetap melakukan edukasi Gizi Seimbang dan Pemberian Makan bagi Anak dan Balita (PMBA) kepada pengasuh atau ibu balita. Ada juga pemantauan pertumbuhan balita sasaran serta memperbaiki mekanisme pelaksanaan di lapangan. 

 

Mary menjelaskan, langkah yang dilakukan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas kegiatan PMT lokal. Dengan jeda ini, maka akhir kegiatan rangkaian PMT Lokal yang semula akan terjadi pada 7 Desember, mundur menjadi 11 Desember 2023. 

Dia berharap, program PMT lokal di Kota Depok tidak dihentikan sepenuhnya. Pasalnya program tersebut bermanfaat, khususnya bagi balita yang berisiko stunting atau balita dengan gizi kurang atau balita dengan berat badan kurang atau berat badan tidak naik. 

"Berdasarkan pemantauan di lapangan, didapatkan tren kenaikan berat badan balita sasaran yang dipantau melalui pengukuran oleh tenaga puskesmas dan kader posyandu menggunakan antropometri atau timbangan berat badan standar Kementerian Kesehatan," katanya.

Dinkes Kota Depok disebutnya akan terbuka menerima masukan dari berbagai pihak. Tentunya pada sisa separuh waktu yang ada atau sekitar 14 hari ke depan dalam rangka perbaikan program PMT lokal di Kota Depok. 

"Semoga dengan perbaikan ini penurunan angka stunting Depok lebih baik lagi," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement