Selasa 28 Nov 2023 13:36 WIB

Anies dan Tanah Merah Jadi Episode Lanjutan dari Pilgub ke Pilpres

Anies mengaku ada kedekatan emosional dengan warga Tanah Merah sejak 2016 lalu.

Rep: Eva Rianti/ Red: Agus Yulianto
Calon Presiden Anies Baswedan saat melakukan kampanye di kawasan Tanah Merah, Jakarta, Selasa (28/11/2023). Anies Baswedan melakukan kampanye Pilpres 2024 pertamanya dengan mengunjungi dan menyapa warga Tanah Merah untuk meraih suara masyarakat.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Calon Presiden Anies Baswedan saat melakukan kampanye di kawasan Tanah Merah, Jakarta, Selasa (28/11/2023). Anies Baswedan melakukan kampanye Pilpres 2024 pertamanya dengan mengunjungi dan menyapa warga Tanah Merah untuk meraih suara masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Presiden (capres) dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan mengungkapkan alasan menjadikan Kampung Tanah Merah sebagai kick off kampanye Pilpres 2024. Anies mengaku ada kedekatan emosional dengan warga Tanah Merah sejak 2016 lalu saat dirinya maju menjadi Gubernur DKI Jakarta. 

"Tanah Merah ini adalah sebuah kampung yang masyarakatnya pada 2016 itu datang ke rumah kami meminta untuk saya menjadi calon gubernur," kata Anies kepada wartawan, Selasa (28/11/2023). 

Baca Juga

Anies mengatakan, pada saat datang berbondong-bondong ke kediamannya di Pendopo Anies Baswedan, Cilandak, Jakarta Selatan dengan menyewa Kopaja atau Metro Mini. Anies mengaku, terkesan atas perbuatan warga Tanah Merah tersebut.  

"Pada waktu itu saya jawab bahwa yang bisa mengajukan jadi calon gubernur itu adalah partai politik, jadi sebaiknya sampaikan ke partai politik. Lalu saya sampaikan kepada mereka apa yang jadi concern mereka sampaikan aspirasinya. Kemudian pada 23 September 2016 pada waktu itu pendaftaran pilkada hari Jumat, hari Sabtunya saya keliling, pertama di Kampung Tanah Merah," jelas dia. 

Lantas, Anies menjelaskan, setelah menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies melakukan satu gebrakan bagi warga Tanah Merah. Yakni mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) bagi warga Kampung Tanah Merah yang telah lama tak diakui legalitasnya karena masalah sengketa lahan.  

"Tanah Merah ini punya persoalan lahan yang mereka gunakan dalam sengketa antara warga dengan BUMN. Kemudian kami sampaikan solusinya. Solusinya adalah dengan dibuatkan IMB sementara kolektif sehingga warga bisa mendapatkan akses air minum, listrik, bisa dapat izin usaha mikro kecil (IUMK) dan urusan-urusan lain. Nah masalah sengketanya biar diselesaikan di pengadilan, tapi kebutuhan rakyat harus terpenuhi, air, listrik, dan lain-lain," ungkapnya. 

Dengan alasan-alasan itu, Anies yang telah berpengalaman memimpin Jakarta selama lima tahun juga bersemangat untuk melanjutkan memimpin secara nasional. Di antaranya dengan dukungan lagi dari warga Tanah Merah. 

"Jadi sekarang kami akan berjalan menuju sebuah amanah yang sedang sekarang diatur lewat pemilu tingkat nasional. Saya mulainya dari kampung dimana dulu kami memulai di jakarta," tuturnya.  

Lebih lanjut, Anies mengaku punya kedekatan emosional dengan warga Kampung Tanah Merah. Sehingga kampung tersebut terkesan menjadi istimewa bagi Anies.  

"Tentu, ini adalah seperti kampung sendiri, saya bolak balik datang dan biasa ketemu warga dan mereka memang menjadi bagian perjuangan penting ini," ujar dia. 

Nantinya jika dia menjadi Presiden RI 2024-2029, Anies berjanji akan terus memberikan perhatian kepada warga Kampung Tanah Merah. Kaitannya dengan legalitas lahan. Pasalnya, masa berlaku IMB sementara yang diperoleh warga yakni sampai 2024. Harapannya, IMB itu bisa diteruskan dan masalah sengketa lahan bisa diselesaikan. 

"Harus nanti ada penyelesaian terkait dengan lahan-lahan di Tanah Merah dan kami melihat sebenarnya jauh lebih sederhana untuk keputuaan mengenai pencatatan aset," kata dia. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement