Jumat 01 Dec 2023 15:07 WIB

Hendak Mengungsi, Nenek dan Cucunya di Ciamis Meninggal Tertimpa Longsor

Salah satu korban longsor di Ciamis itu masih bayi.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Petugas meninjau lokasi terdampak longsor di Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (1/12/2023).
Foto: Dok. Republika.
Petugas meninjau lokasi terdampak longsor di Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (1/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS — Kejadian longsor mengakibatkan dua orang meninggal dunia di wilayah Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Jumat (1/12/2023) dini hari. Korban dilaporkan seorang perempuan berinisial AI (46 tahun) dan cucunya yang masih berusia satu tahun.

Berdasarkan laporan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ciamis, saat itu terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi. Kemudian dilaporkan ada tembok penahan tanah (TPT) dengan panjang sekitar delapan meter dan tinggi empat meter longsor. Longsoran menimpa dua orang.

Baca Juga

Dikabarkan saat itu korban hendak menyelamatkan diri dari rumahnya. Korban ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 02.30 WIB.

Keluarga korban, Delis Sri Mulyani (25), mengatakan, ibunya membawa bayi saat hendak menyelamatkan diri lantaran air sudah masuk ke dalam rumah. Longsor juga terjadi di beberapa bagian sekitar rumah. “Kondisi hujan. Mereka mau menyelamatkan diri karena sudah longsor. Jadi, anak (saya) dibawa,” ujar dia.

 

Nenek dan cucunya itu dikabarkan tertimpa longsoran tembok saat sedang berlari. “Saya lihat langsung kejadiannya. Langsung tertimpa,” kata Delis.

Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra menyampaikan belasungkawa atas kejadian itu. “Akibat bencana longsor, terdapat dua korban jiwa,” ujar dia, Jumat.

Yana meminta warga lebih waspada akan potensi bencana saat musim hujan. Diharapkan dapat dilakukan upaya antisipasi ketika melihat kondisi rawan terjadinya bencana. “Memang kalau lihat dari kontur tanah itu riskan. Mudah-mudahan masyarakat bisa memahami kondisi tanah, sehingga dapat waspada bencana,” kata Yana.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement