Selasa 09 Jan 2024 09:55 WIB

Pemprov Jabar Tancap Gas Kejar Target Tahun Ini TPAS Legok Nangka Bisa Beroperasi

Langkah pertama yang sudah dituntaskan adalah pembentukan Badan Usaha Pengelola TPPAS

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin (tengah) dan Pj Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono (kanan) dan Sekda Kota Bandung Ema Sumarna (kiri) berbincang saat meninjau TPS Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Kamis (21/9/2023). Pemprov Jawa Barat terus berupaya mencari langkah terbaik dalam mengatasi persoalan sampah saat ini. Salah satu upaya yang dilakukan yakni penyegeraan operasional Tempat Pengolahan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Kabupaten Bandung.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin (tengah) dan Pj Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono (kanan) dan Sekda Kota Bandung Ema Sumarna (kiri) berbincang saat meninjau TPS Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Kamis (21/9/2023). Pemprov Jawa Barat terus berupaya mencari langkah terbaik dalam mengatasi persoalan sampah saat ini. Salah satu upaya yang dilakukan yakni penyegeraan operasional Tempat Pengolahan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Kabupaten Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja cepat agar tempat pengelolaan dan pemrosesan akhir sampah (TPAS) Legok Nangka, Kabupaten Bandung bisa segera beroperasi. Pj Gubernur Jabar sendiri, menargetkan pada Triwulan I 2024 atau awal triwulan II 2024 sudah bisa groundbreaking.

Menurut Pj Sekda Jabar Taufiq BS,pasca penandatanganan nota kesepahaman pembangunan TPPAS Legok Nangka dilakukan Pj Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin, PT Sumitomo Corporation dan PT PLN, Senin (18/12/2023), jajaran Pemprov langsung tancap gas.

Baca Juga

"Pasca Pak Pj Gubernur dari Jepang, ada sejumlah langkah percepatan yang sudah kami lakukan," ujar Taufiq, kepada wartawan Senin malam (8/1/2024).

Taufiq mengatakan, langkah pertama yang sudah dituntaskan adalah pembentukan Badan Usaha Pengelola TPPAS Legok Nangka. BUP ini berisi murni 3 anggota konsorsium Sumitomo Hitachi Zosen. "Ini isinya murni konsorsium," katanya.

 

Langkah kedua yang juga diperesiapkan, kata dia, adalah rencana capacity building oleh pihak konsorsium yang akan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) dan SDM yang berhubungan langsung dengan operasional TPPAS Legok Nangka. 

"Di sini akan difasilitasi untuk melihat langsung, dan belajar supaya nanti saat persiapan operasional, pembangunan dan pengelolaan teman-teman sudah memahami," katanya.

Langkah ketiga, kata dia, adalah penyelesaian beberapa tahap yang saat ini masih dalam fase pembahasan, antara lain penuntasan perjanjian kerjasama (PKS) antara Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) sebagai penyedia atau penyelenggara infrastruktur berdasarkan peraturan perundang-undangan dengan pihak BUP.

"Mudah-mudahan (PKS) ini sudah bisa berlangsung pada triwulan I 2024 ini. Kemudian nanti juga ada PKS antara BUP dengan penjaminan, BUP dengan PLN untuk pembelian listrik yang dihasilkan juga antara PJPK dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia," paparnya.

Langkah penyelesaian ini, kata dia, akan diakselerasi. Agar, target yang ditetapkan Pj Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin pada Triwulan I 2024 atau awal triwulan II 2024 sudah bisa tuntas.

Taufiq mengatakan, Pj Gubernur  ingin langkah percepatan tersebut termasuk rencana groundbreaking Legok Nangka. Taufiq menjelaskan, groundbreaking disini akan dititikberatkan dalam capacity building yang sudah disiapkan pihak konsorsium, pemerintah Jepang dan pemerintah provinsi.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement