Rabu 14 Feb 2024 05:57 WIB

Pj Gubernur Jabar Dorong TPS Keliling untuk Wilayah Terdampak Banjir

Bey meminta, korban banjir jangan sampai tidak memilih karena tidak sempat ke TPS

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Pj Gubernur Jawa Barat meninjau lokasi banjir dan TPS darurat di Kabupaten Majalengka, selasa (13/2/2024).
Foto: Dok Humas Pemprov Jabar
Pj Gubernur Jawa Barat meninjau lokasi banjir dan TPS darurat di Kabupaten Majalengka, selasa (13/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mendorong agar pemungutan suara di wilayah terdampak banjir dapat memakai konsep tempat pemungutan suara (TPS) keliling. Salah satu yang dapat diterapkan di Kabupaten Sumedang yang masih didapati warga mengungsi.

"Dimungkinkan kalau ada kesepakatan dengan KPPS dan pengawas menjemput bola yaitu keliling jadi TPS (keliling) terutama di Sumedang," ujar Bey seusai meninjau persiapan TPS di sejumlah tempat di Bandung Raya, Selasa (14/2/2024) malam.

Baca Juga

Bey mengaku sudah berkunjung ke Sumedang dan Majalengka. Penyelenggara pemilu sudah menyiapkan rencana pemungutan suara di tempat pengungsian yang masih terdapat pengungsi. "Mereka dalam musibah berduka terkena banjir jangan sampai tidak memilih karena tidak sempat ke TPS, dimungkinkan TPS keliling," kata dia.

Bey menambahkan seluruh TPS di Jawa Barat sudah siap melaksanakan pemungutan suara. Namun, yang tetap harus diantisipasi yaitu saat terjadi hujan ekstrem. "Kami menanyakan DPT dan juga untuk beberapa hal harus dihindari semisal kecurangan-kecurangan itu, DPT meninggal perlakuannya seperti apa dan dicoret. Kita meminimalisasi adanya kecurangan seperti itu," katanya.

Bey memastikan tidak terdapat kekurangan dari TPS yang akan menyelenggarakan pencoblosan. Namun, antisipasi lainnya yang harus dilakukan terkait potensi hujan.

Ia pun menegaskan logistik pemilu sudah terdistribusikan 100 persen ke seluruh wilayah di Jawa Barat. Termasuk wilayah dengan akses yang relatif sulit semisal menggunakan perahu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement