Senin 19 Feb 2024 09:37 WIB

Mulai Hari Ini, Pemkot Bandung Gelar Operasi Pasar Beras Murah Setiap Kecamatan 10 Ton

Operasi Pasar Beras Medium SPHP dan Pasar Murah di gelar di 30 Kecamatan

Warga memanggul beras yang dibeli pada Operasi pasar murah (ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Warga memanggul beras yang dibeli pada Operasi pasar murah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Harga beras di hampir semua daerah di Jawa Barat (Jabar) terus melonjak. Melihat kondisi ini, untuk mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga sejumlah kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung akan menggelar Operasi Pasar Beras Medium SPHP dan Pasar Murah di 30 Kecamatan. Operasi ini, mulai dilakukan hari ini pada 19 Februari sampai 1 Maret 2024 mendatang.

Menurut Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, Operasi Pasar Beras Medium akan dilaksanakan di 30 kecamatan. Setiap kecamatan mendapat alokasi beras dari Perum Bulog Bandung sebanyak 10 ton atau 2.000 pak.

Baca Juga

"Kecuali untuk beberapa kecamatan akan diberikan alokasi 20 ton. Satu pak beratnya 5 kg," ujar Ronny kepada wartawan, Senin (19/2/2024).

Harga yang dibanderol pada Operasi Pasar Beras Medium sebesar Rp10.600/kg atau Rp53.000/pak. Syaratnya, satu warga maksimal bisa membeli dua pak beras dengan mencantumkan KTP warga kecamatan setempat. Operasi Pasar Beras Medium SPHP dan Pasar Murah akan dibagi ke dalam 2 sesi yakni sesi pertama mulai tanggal 19-23 Februari 2024 dan sesi kedua mulai tanggal 26 Februari - 1 Maret 2024.

 

Meurutnya, tiga kecamatan pertama yang akan menggelar operasi pasar dan pasar murah yakni Kecamatan Cibiru, Bandung Wetan dan Buahbatu pada Senin 19 Februari 2024 mendatang.

Pasar Murah, kata da, akan digelar bersamaan dengan Operasi Pasar Beras Medium. Komoditi yang disediakan antara lain beras medium SPHP, minyak goreng, tepung terigu, gula putih, telur ayam, daging sapi, daging ayam, olahan daging ayam, bawang merah, bawang putih, dan sayuran.

"Berbeda dengan Operasi Pasar, untuk Pasar Murah terbuka bagi umum, tidak harus menunjukan KTP," katanya.

Ronny mengimbau agar masyarakat tak perlu panik dengan info yang beredar mengenai kelangkaan beras di sejumlah toko ritel. Untuk menjaga ketersediaan beras di toko ritel, akan dioptimalkan penjualan beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) Medium di toko ritel. Saat ini baru beberapa ritel yang sudah menjual beras medium SPHP seperti Hyfresh, Superindo, dan Transmart.

"Masyarakat tidak usah panik dengan keberadaan beras di toko ritel. Di Transmart dan Superindo sudah tersedia beras. Lalu, beras juga kami sediakan di Indomaret masuk 16 ton dan Yogya Group 30 ton. Toko ritel tidak boleh menjual lebih dari HET," kata Ronny.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement