Ahad 25 Feb 2024 18:18 WIB

Januari-Februari, 57.318 Warga Terdampak Bencana di Jabar dan 11 Meninggal

Dilaporkan 1.601 rumah terdampak bencana mengalami kerusakan.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Irfan Fitrat
Puting beliung melanda wilayah Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Foto: Republika
Puting beliung melanda wilayah Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Bencana yang terjadi di wilayah Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Januari-Februari 2024 berdampak terhadap puluhan ribu warga. Bencana juga menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.

Berdasarkan data yang dilaporkan kabupaten/kota di Jabar melalui aplikasi Barata (barata.jabarprov.go.id), terdata total 269 kejadian bencana di Jabar pada Januari hingga 25 Februari 2024. Dari total kejadian bencana, 111 di antaranya angin kencang dan 103 kejadian bencana longsor. Selain itu, terdata 48 kejadian banjir dan tujuh kejadian gempa bumi.

Baca Juga

Ratusan kejadian bencana itu dilaporkan berdampak terhadap 57.318 orang. Sebelas di antaranya meninggal dunia. Bencana juga dilaporkan merusak 1.601 rumah warga. Sebanyak 826 rumah dilaporkan rusak ringan, 467 rumah rusak sedang, dan 308 rumah rusak berat.

Dilaporkan juga ada 14.382 rumah yang tergenang banjir. Ada juga yang tertimbun material longsor. Kejadian bencana pun dilaporkan berdampak terhadap 16 titik lahan, 43 fasilitas pendidikan, 140 fasilitas umum, dan 82 bangunan lainnya.

 

Beberapa kejadian bencana pada awal tahun ini di Jabar menjadi sorotan. Salah satunya kejadian gempa bumi di wilayah Kabupaten Sumedang, yang berdampak terhadap ribuan rumah warga. Kemudian kejadian banjir di wilayah Kabupaten Bandung.

Belum lama ini, terjadi puting beliung yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung, serta di Kabupaten Sumedang. Pada Sabtu (24/2/2024), dilaporkan juga kejadian puting beliung di wilayah Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar Hadi Rahmat mengimbau masyarakat selalu waspada akan potensi bencana saat musim hujan ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak musim hujan terjadi pada Februari-Maret 2024.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement