Selasa 05 Mar 2024 15:28 WIB

Solihin GP Dimakamkan di TMP Cikutra dengan Upacara Militer, Selamat Jalan Mang Ihin

Sejumlah tokoh dan mantan pejabat turut takziah di persemayaman almarhum

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Jenazah Letjen TNI (Purn) Solihin GP disemayamkan di Mako II Kodam III/Siliwangi, Jalan Sumbawa, Kota Bandung, Selasa (5/2/2024). Diketahui, Solihin GP pernah menjabat menjadi Gubernur Jawa Barat pada 1970-1975, beliau yang dikenal sebagai sesepuh Jawa Barat ini pernah mengatasi krisis pangan di Indramayu dengan program gogo kancah.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Jenazah Letjen TNI (Purn) Solihin GP disemayamkan di Mako II Kodam III/Siliwangi, Jalan Sumbawa, Kota Bandung, Selasa (5/2/2024). Diketahui, Solihin GP pernah menjabat menjadi Gubernur Jawa Barat pada 1970-1975, beliau yang dikenal sebagai sesepuh Jawa Barat ini pernah mengatasi krisis pangan di Indramayu dengan program gogo kancah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Mantan gubernur Jawa Barat periode 1970-1975 almarhum Solihin GP dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan Cikutra, Kota Bandung, Selasa (5/3/2024) sore. Pemakaman dilaksanakan dengan upacara militer oleh Kodam III Siliwangi.

Di Mako II Denma Makodam III Siliwangi, jenazah almarhum Solihin GP diserahkan kepada jajaran militer Kodam III Siliwangi. Jenazah selanjutnya dibawa ke TMP Cikutra untuk dimakamkan.

Baca Juga

Turut hadir dalam acara pemakaman yaitu Kapolda Jabar Irjen Pol Akhmad Wiyagus, Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin, mantan Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla, Pangdam III Siliwangi. Sejumlah keluarga dan kerabat almarhum turut hadir di acara pemakaman yang berlangsung pukul 13.30 WIB.

Sejumlah tokoh dan mantan pejabat turut takziah di persemayaman almarhum di Mako II Makodam III Siliwangi. Mereka mantan Gubernur Jabar periode 2008-2018 Ahmad Heryawan, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Atalia Praratya.

 

Sebelumnya, sosok mantan Gubernur Jabar periode 1970-1975 Solihin GP di mata anak ketiganya Satria Kamal yang akrab disapa Ko Mamay merupakan seorang petempur. Meski dikenal tegas dan keras. Namun, sisi kelembutan almarhum muncul saat berkomunikasi pribadi.

"Petempur keras tegas kulit luarnya, udah hubungan antar pribadi lembut ada. Petempur," ujar Ko Mamay kepada wartawan di Gedong Sabau, Mako 2 Denma Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (5/3/2024).

Selama bertugas sebagai perwira tinggi TNI, ia mengatakan keluarga sering ditinggalkan demi tugas negara. Bahkan, kelahiran anak kedua almarhum dan dirinya tidak disaksikan oleh almarhum Solihin GP. "Jelas bukan ditinggalin aja, ada dua anak lahir bapaknya gak ada. Orang istri hamil dia tugas lagi. Kebetulan nomor dua sama saya," kata dia.

Satria Kamal menyebut kelahiran dirinya dan kakak keduanya disaksikan oleh prajurit atau sersan. Ia menyebut almarhum meninggalkan empat orang anak, sembilan cucu dan empat orang cicit.

Almarhum mengawali karier militer sebagai Komandan Tentara Keamanan Rakyat Kabupaten Bogor lalu bergabung ke Divisi Siliwangi. Pernah menjabat Panglima Kodam XIV Hasanuddin dan anggota MPR 1998.

Sebelumnya, almarhum Letjen TNI (Pur) Solihin GP mantan Gubernur Jawa Barat Periode 1970-1975 sempat bolak balik ke rumah sakit Advent Kota Bandung untuk menjalani perawatan karena sakit. Dua belas hari sebelum meninggal dunia, almarhum mengalami komplikasi. Almarhum yang berusia 97 tahun meninggal dunia pada Selasa (5/3/2024) sekitar pukul 02.45 WIB.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement