Selasa 26 Mar 2024 15:04 WIB

Ini Tiga Pesantren Penerus Perjuangan Syarif Hidayatullah di Cirebon yang Kini Masih Eksis

Di pesantren Buntet Mbah Muqoyyim sangat menekankan pendidikan Alquran.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Arie Lukihardianti
Ribuan santri dari tiga pondok pesantren di Kabupaten Cirebon, mengikuti Vaksinasi Merdeka
Foto: dok. Humas Polresta Cirebon
Ribuan santri dari tiga pondok pesantren di Kabupaten Cirebon, mengikuti Vaksinasi Merdeka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA----Syekh Syarif Hidayatullah atau yang dikenal dengan Sunan Gunung Jati merupakan ulama penyebar Islam di Jawa Barat (Jabar), khususnya Cirebon. Ia salah satu ulama Walisongo yang pengaruhnya sangat besar atas masuk dan berkembangnya agama Islam.

Menelusuri jejak sejarah Cirebon tak lengkap jika tidak mengetahui jaringan pesantren-pesantren yang menjadi penerus dari Sunan Gunung Jati. Dikutip dari buku "Meneguhkan Islam Nusantara Biografi Pemikiran & Kiprah Kebangsaan Prof Dr KH Said Aqil Siraj ada pesantren-pesantren besar di Cirebon penerus dakwah Sunan Gunung Jati yang hingga kini masih eksis di antaranya:

Baca Juga

1. Pesantren Buntet

Pesantren ini berdiri sejak 1785. Pendiri dari pesantren ini adalah seorang Mufti besar Kesultanan Cirebon yakni Kiai Muqoyyim atau akrab disapa Mbah Muqoyyim. Mengapa Mbah Muqoyyim memberi nama pesantrennya dengan sebutan Buntet?. Buntet memiliki arti walaupun pondoknya kecil dan santrinya sedikit yang penting ilmunya bermanfaat untuk masyarakat.

Dalam pesantren ini, Mbah Muqoyyim sangat menekankan pendidikan Alquran. Di awal berdirinya pesantren ini, lokasinya terletak di Desa Bulak (daerah Dawuan Sela) kurang lebih 500 meter dari lokasi pesantren yang sekarang.

Mbah Muqoyyim adalah sosok yang dekat dengan warga biasa meskipun status sosialnya sebagai keluarga keraton. Ia juga enggan bekerja sama dengan Belanda kala itu. Oleh sebab itu, Mbah Muqoyyim enggan tinggal di Keraton untuk menghindari Belanda. 

Sikap menentang Belanda oleh Mbah Muqoyyim membuatnya menjadi sasaran serangan penjajah. Sehingga pesantrennya sempat dibumi hanguskan. Mbah Muqoyyim yang berhasil melarikan diri kemudian kembali berdakwah dan mendirikan pesantrennya lagi di Desa Mertapada Kulon dan berdiri kokoh hingga saat ini.

2. Pesantren Gedongan

Pesantren ini juga salah satu penerus dakwah Sunan Gunung Jati di Cirebon. Pengaruh pesantren juga sangat kuat dan penting di Kota Cirebon. Pesantren ini terletak di Desa Ender, Kecamatan Pangenan. Pendiri dari pesantren ini adalah Kiai Said.

Hingga sekarang Pesantren Gedongan tetap mempertahahkan dengan kokoh nilai-nilai tentang kesahajaan, keseimbangan dan moderasi Islam. Bersama Kiai Said sebagai salah satu tokoh penting penyebar Islam di Cirebon, Pesantren Gedongan telah memengaruhi laku kehidupan masyarakat.

Mbah Said membangun pesantren di sebuah dusun di tengah hutan yang gelap. Namun di situ pusat pendidikan Islam berkembang. Bahkan melahirkan generasi-generasi top hingga sekarang ini.

3. Pesantren Babakan Ciwaringin

Pesantren ini salah satu pesantren yang tertua di Cirebon. Pesantren ini didirikan sekitar 1705 M oleh KH Hasanuddin Jatira. Nama Jatira adalah sematan dari santri-santrinya. Kiai Jatira merupakan putra dari KH Abdul Latief yang berasal dari Desa Pamijahan Plumbon, Cirebon. Kiai Jatira masih trah dari Keraton Cirebon.

Dalam catatan sejarah, Kiai Jatira merupakan sosok pejuang agama yang dekat dengan rakyat miskin. Bentuk kepeduliannya terhadap rakyat miskin, pondoknya juga dijadikan sebagai tempat peristirahatan petani. Ia juga sosok pejuang karena itu, pesantren Babakan Ciwaringin dijauhkan dari jangkaun penjajah Belanda.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement