Selasa 14 May 2024 14:13 WIB

Golkar: Ridwan Kamil Akui Lebih Condong Maju ke Pilgub Jabar

Ridwan Kamil menyerahkan keputusan kepada DPP Partai Golkar.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Arie Lukihardianti
Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa Ridwan Kamil atau RK lebih condong untuk maju di Pilkada Jawa Barat, Jakarta, Selasa (14/5/2024).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa Ridwan Kamil atau RK lebih condong untuk maju di Pilkada Jawa Barat, Jakarta, Selasa (14/5/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA ----Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan Ridwan Kamil atau RK mendapatkan penugasan untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Jawa Barat (Jabar) dan DKI Jakarta. Namun, Ace mengaku sudah bicara dengan RK dan mengatakan ia lebih cenderung untuk maju sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat.

"Pak Ridwan Kamil sendiri menyatakan kepada saya, beliau mengatakan bahwa beliau lebih condong ke Jabar. Sejauh ini," ujar Ace di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (14/5/2024).

Baca Juga

Menurutnya, RK menyerahkan keputusan kepada DPP Partai Golkar. RK mengikuti keputusan partai jika ia memang ditugaskan untuk maju sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta. "Karena kebijakan tentang penetapan siapa yang nanti akan dicalonkan di DKI Jakarta tergantung dari sejauh mana partai yang lain juga menetapkan calon gubernurnya. Jadi kita lihat saja dinamikanya," kata Ace.

Partai Golkar sendiri pasti akan menjalin komunikasi dengan partai politik lain untuk Pilkada Jabar dan DKI Jakarta. Partai berlambang pohon beringin itu juga mempertimbangkan elektabilitas tiga kadernya yang ditugaskan maju di Jakarta.

"Tentu DKI dinilai sangat strategis, bukan saja bagi Golkar, tapi bagi pihak-pihak yang lain yang memang berkepentingan terhadap pembangunan di Jakarta. Karena kita tahu walaupun ibu kota akan pindah ke IKN, tapi Jakarta sebagai wilayah yang memiliki nilai strategis," kata Ace.

"Bagi kami tentu akan serahkan semua kepada DPP Golkar dan Ketum," sambung Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement