Jumat 04 Apr 2025 21:15 WIB

Puncak Arus Mudik Diperkirakan Akhir Pekan, Wagub Jabar: Jangan Bawa Keluarga

Erwan mengingatkan kepada pemudik agar tidak membawa anggota keluarga baru

Rep: Ferry Bangkit Rizki / Red: Arie Lukihardianti
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan Mengecek Pos Terpadu Mudik Lebaran 2025 di Simpang Susun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada Jumat (4/4).
Foto: Dok Republika
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan Mengecek Pos Terpadu Mudik Lebaran 2025 di Simpang Susun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada Jumat (4/4).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Erwan Setiawan mengecek pos terpadu mudik lebaran 2025 di Simpang Susun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jabar pada Jumat (4/4).

"Saya memantau arus balik di Pos Padalarang. Pagi ini masih terpantau sangat lancar, tapi sudah ada pergerakan ke arah ramai. Kemungkinan besar setelah Jumatan mulai padat," ujar Erwan kepada wartawan.

Baca Juga

Erwan memperkirakan puncak arus balik lebaran tahun ini akan terjadi akhir pekan ini. Seluruh stakeholder terkait, kata dia, sudah siap untuk menganatisipasi kepadatan yang mungkin terjadi saat puncak arus balik nanti. "Puncak aru balik diperkirakan Sabtu dan Minggu besok. Semua sudah siap untuk mengantisipasi puncak arus balik," kata Erwan.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengingatkan kepada pemudik agar tidak membawa anggota keluarga baru sepulangnya dari kampung halaman jika tidak memiliki pekerjaan pasti.

"Saya imbau kepada seluruh masyarakat yang sedang mudik ketika nanti kembali tidak membawa keluarga yang kira-kira mereka belum ada pekerjaan. Kalau sudah pasti diterima gak apa-apa, tapi kalau hanya membebani keluarga yang bawa dan membebani pemerintah," imbuh dia.

Erwan mengimbau warga yang belum memiliki pekerjaan untuk tetap tinggal di desanya masing-masing. Menurut dia, pedesaan harus lebih banyak lagi petani milenial. Dengan begitu, arus urbanisasi dari desa ke kota dapat diminimalisir.

"Bahwa di desa pun mereka bisa berusaha bisa mencari nafkah tidak harus selalu ke kota Harus betul-betul nanti desa mandiri itu betul-betul diwujudkan tidak hanya sekedar slogan atau seremonial saja. Bagaimana desa mandiri ini bisa mencetak lapangan kerja," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement