Jumat 10 Apr 2026 15:10 WIB

RSHS Nonaktifkan dan SP1 Perawat Imbas Kasus Bayi Hampir Tertukar

Dirut RSHS memastikan tidak ada unsur kriminal dalam peristiwa ini.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Mas Alamil Huda
Dirut RSHS Rachim Dinata Marsidi.
Foto: Edi Yusuf
Dirut RSHS Rachim Dinata Marsidi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung resmi menonaktifkan salah seorang perawat imbas kasus bayi dari seorang Ibu Nina Saleha (27 tahun) yang hampir tertukar. Mereka pun memindahkan tugas perawat ke bagian non pelayanan.

"Iya, kami nonaktifkan untuk tidak melayani bagian yang melayani pasien," ucap Direktur Utama RSHS Bandung dr Rachim Dinata Marsidi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga

Ia melanjutkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan didapati bahwa tidak terdapat unsur kriminal dalam kasus itu. Kelalaian itu, Rachim menyebut karena perawat tengah menangani banyak pasien.

"Nggak ada unsur kriminal, perawatnya lagi banyak pasien di intensive care," kata dia.

Ia menyebut sudah bertemu dengan keluarga ibu pasien dan menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan. "Alhamdulilah kami sudah berbicara dengan ibunya pasien secara kekeluargaan," kata dia.

Rachim melanjutkan, perawat tersebut pun telah mendapatkan surat peringatan 1. Selain itu pihaknya siap dievaluasi oleh Kementerian Kesehatan.

"Perawatnya dinonaktifkan dipindahkan ke bagian yang tidak melayani pasien dan diberikan SP1," kata dia.

Pihaknya akan mengevaluasi dan melakukan pembinaan lagi kepada para perawat terhadap kepatuhan melaksanakan standar operasional prosedur mengenai penyerahan bayi kepada pada orang tuanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement