REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN – Melonjaknya harga plastik dan kacang kedelai membuat produsen tahu dan tempe menjadi terpukul. Mereka pun terpaksa harus menipiskan ukuran tahu dan tempe agar tidak merugi.
Hal itu seperti yang terlihat di pasar tradisional di Kabupaten Kuningan. Ukuran tahu dan tempe yang dijual para pedagang kini lebih kecil dan tipis dibanding biasanya.
Salah seorang pedagang tahu dan tempe, Aam Rohamah, ukuran tahu dan tempe yang dibuat lebih kecil itu dilakukan untuk mengimbangi besarnya modal dalam usaha pembuatan produk tersebut. Pasalnya, mereka tidak bisa menaikkan harga jual kepada konsumen.
“Ukurannya lebih lebih kecil biar tidak rugi,” katanya, Jumat (10/4/2026).
Aam mengatakan, pedagang sempat mencoba menaikkan harga tahu dan tempe dengan selisih Rp 1.000–Rp 2.000. Namun, hal itu langsung diprotes para pembeli hingga akhirnya batal untuk membelinya.
“Jadi harga jual mah tetap,” ucapnya.
Ia menambahkan, jika penggunaan plastik pembungkus tempe diganti dengan daun pisang, maka modalnya justru menjadi dua kali lipat. Pasalnya, meski menggunakan daun pisang, namun dalam pembuatannya tetap menggunakan plastik terlebih dulu.
Aam berharap harga kacang kedelai dan plastik bisa secepatnya normal kembali. Ia menyatakan, kenaikan harga kedua komoditas tersebut membuat penjualan mengalami penurunan.