Selasa 29 Sep 2026 14:28 WIB

Setwan Jabar Luncurkan Dua Inovasi Layanan Aspirasi Masyarakat

Diperlukan kanalisasi dan edukasi agar usulan tersebut dapat diselaraskan.

Rep: Muhammad Taufik/ Red: Muhammad Hafil
Sekretariat DPRD Jawa Barat meluncurkan sejumlah inovasi layanan untuk memperluas akses masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Foto: Dok Istimewa
Sekretariat DPRD Jawa Barat meluncurkan sejumlah inovasi layanan untuk memperluas akses masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG — Sekretariat DPRD Jawa Barat meluncurkan sejumlah inovasi layanan untuk memperluas akses masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Mengusung tagline “Demokrasi Tanpa Jarak”, DPRD Jabar menghadirkan aplikasi HUDANG (Hadir Untuk Dialog Aspirasi Ngabdi ka Warga).

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat menyampaikan aspirasi tanpa terkendala jarak, waktu, maupun akses. HUDANG dirancang untuk menghubungkan masyarakat dengan wakil rakyat melalui platform konferensi video yang terenkripsi dan transparan.

Sekretaris DPRD Jabar, Dodi Sukmayana mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami terus berikhtiar meningkatkan pelayanan aspirasi masyarakat agar suara rakyat lebih dekat, lebih cepat, dan lebih bermakna. Aplikasi ini kami hadirkan sebagai solusi demokrasi tanpa jarak di Jawa Barat,” ujar Dodi di Rooftop DPRD Jabar, Senin (28/9/2026).

Selain HUDANG, Sekretariat DPRD Jabar meluncurkan aplikasi Gara yang menyediakan layanan aspirasi selama 24 jam. Aplikasi tersebut menjadi kanal bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara lebih terbuka tanpa sekat birokrasi.

“Sebagai wakil rakyat, peran itu tidak ada batas ruang, waktu, maupun pakaian. DPRD Jabar bisa menerima aspirasi kapan pun, 24 jam. Aspirasi yang masuk akan langsung diteruskan kepada OPD bersangkutan, lengkap dengan rekomendasi dewan, sehingga prosesnya transparan dan terukur,” kata Dodi.

Menurut dia, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara tertulis maupun melalui layanan langsung yang tersedia dalam aplikasi. Perkembangan usulan juga dapat dipantau hingga proses rekomendasi kepada dinas terkait.

Sekretariat DPRD Jabar juga menyiapkan portal ALAM (Aplikasi Layanan Elektronik Media) yang ditargetkan diluncurkan pada akhir tahun ini. Portal tersebut disiapkan untuk memvalidasi kerja sama media sekaligus memperkuat keterbukaan informasi publik melalui penguatan fungsi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Anggota DPRD Jabar dari Fraksi Gerindra, Daddy Rohanady mengapresiasi berbagai inovasi yang diluncurkan Sekretariat DPRD Jabar. Namun, dia mengingatkan agar kemudahan penyampaian aspirasi tidak menimbulkan harapan yang tidak dapat dipenuhi melalui kemampuan anggaran daerah.

Daddy mengatakan, pengalaman selama menjadi anggota DPRD menunjukkan adanya kesenjangan antara jumlah aspirasi yang masuk dan kemampuan APBD dalam mengakomodasinya.

“Dari sekitar 44.000 proposal yang masuk, baik dari dewan maupun masyarakat, yang terakomodasi paling sekitar 12.000. Ada fiscal gap puluhan ribu proposal yang tidak tertampung. Karenanya, jangan sampai pintu aspirasi yang dibuka lebar ini justru memberi harapan palsu bagi warga,” ujar dia.

Menurut Daddy, masyarakat tetap dapat menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari pendidikan hingga infrastruktur jalan. Namun, diperlukan kanalisasi dan edukasi agar usulan tersebut dapat diselaraskan dengan skala prioritas pembangunan Pemprov Jabar.

Dengan mekanisme tersebut, dia berharap aspirasi yang masuk melalui berbagai kanal digital DPRD Jabar dapat lebih terarah dan memiliki peluang untuk ditindaklanjuti sesuai kemampuan serta prioritas anggaran daerah. 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi