Jumat 07 Aug 2026 18:00 WIB

Produksi Perikanan Budidaya di Cirebon Melonjak

Produksi budi daya juga menunjukkan tren menguat sejak September.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
Nelayan (ilustrasi)
Foto: ANTARA
Nelayan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Sektor perikanan budidaya di Kabupaten Cirebon menunjukkan peningkatan yang signifikan sepanjang 2025. Di sisi lain, perikanan tangkap juga mempertahankan kontribusinya yang stabil.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, aktivitas budi daya menjadi motor utama sektor perikanan di Kabupaten Cirebon. Produksinya terus bergerak naik pada semester kedua sebelum mencapai titik tertinggi pada penghujung 2025.

Baca Juga

“Pada Desember 2025, total produksi perikanan budi daya mencapai 7.004.263,8 ton, menjadi capaian tertinggi sepanjang tahun. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan Januari yang mencatat 3.009.234 ton,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Sudiharjo, Rabu (5/8/2026).

Kenaikan produksi itu terutama ditopang oleh hasil budi daya tambak air payau yang mencapai 4.207.000 ton pada Desember. Selain itu, budi daya laut yang menghasilkan 2.065.000 ton dan budi daya kolam air tawar yang menyumbang 732.263,8 ton.

Produksi budi daya juga menunjukkan tren menguat sejak September. Pada bulan itu, total produksi mencapai 3.968.303 ton, kemudian meningkat menjadi 4.833.531,5 ton pada Oktober, 5.322.502,4 ton pada November, dan akhirnya menembus lebih dari tujuh juta ton pada Desember.

“Di sisi lain, sektor perikanan tangkap juga memberikan kontribusi penting bagi perekonomian pesisir Kabupaten Cirebon,” katanya.

Berita Lainnya

Rekomendasi