Senin 31 Aug 2026 21:06 WIB

Puluhan Karhutla Landa Majalengka, Warga Diminta Waspada

Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran lahan itu.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
Kebakaran lahan. (ilustrasi)
Foto: PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC)
Kebakaran lahan. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA – Musim kemarau membawa ancaman serius bagi wilayah Kabupaten Majalengka. Hingga akhir Agustus 2026, puluhan titik api telah membakar kawasan hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Data BPBD Kabupaten Majalengka mencatat, setidaknya 49 peristiwa karhutla terjadi sejak Januari hingga 24 Agustus 2026. Salah satu peristiwa terkini menghanguskan lahan di Blok Cirahayu RT 001 RW 001, Desa Baribis, Kecamatan Cigasong, pada Jumat (28/8/2026) petang.

Baca Juga

"Puluhan kebakaran hutan dan lahan telah terjadi di Kabupaten Majalengka," ujar Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Agus Tamim, kemarin.

Agus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau yang diprakirakan berlangsung hingga Oktober 2026 mendatang. Kondisi cuaca yang kian kering dinilai sangat rentan memicu terjadinya musibah karhutla, meski hanya dari kelalaian kecil.

“Dengan cuaca yang semakin kering, api kecil sekali pun bisa memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tegas Agus.

Sementara itu, Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama pada Bidang Kedaruratan dan Logistik di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Wawan Suryawan, menjelaskan, kebakaran yang terjadi pada pada Jumat (28/8/2026) telah menghanguskan lahan seluas sekitar 3,5 hektar.

“Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran lahan itu,” tukas Wawan.

Berita Lainnya

Rekomendasi