Kamis 01 Dec 2022 13:47 WIB

Siswi SMP Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya

Kondisi korban bersimbah darah saat ditemukan oleh anggota keluarganya.

Rep: Bayu Adji P / Red: Agus Yulianto
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suhardi Hery Haryanto, saat diwawancara di Polres Tasikmalaya, Kamis (1/12/2022).
Foto: dok. istimewa
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suhardi Hery Haryanto, saat diwawancara di Polres Tasikmalaya, Kamis (1/12/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Seorang pelajar sekolah menengah pertama negeri (SMPN) berusia 13 tahun di Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Rabu (30/11/2022) sore. Kondisi korban bersimbah darah saat ditemukan oleh anggota keluarganya.

Kepala Polres Tasikmalaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suhardi Hery Haryanto, mengatakan, polisi mendapatkan laporan tersebut dari warga sekitar. Usai menerima laporan, tim dari Polres Tasikmalaya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga

"Memang ditemukan jenazah di salah satu rumah, yang lokasinya jauh dari permukiman warga," kata dia di Polres Tasikmalaya, Kamis (1/12/2022).

Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP di rumah korban. Tak ada barang-barang milik korban yang hilang. Sementara saat ini, jenazah korban di Rumah Sakit (RS) Singaparna Medika Citrautama (SMC) untuk selanjutnya dilakukan autopsi.

Menurit Hery, saat ditemukan, terdapat beberapa luka di bagian tubuh korban. Namun polisi masih belum mau memberi keterangan lebih lanjut. "Untuk lebih jelasnya, kami tunggu hasil autopsi," kata dia.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, Hery mengatakan, korban masih berstatus sebagai pelajar. Di rumah itu, korban tinggal bersama kakek dan nenekmya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Republika, korban berangkat ke sekolah seperti biasa pada Rabu pagi dengan berjalan kaki. Setelahnya, nenek korban berangkat ke sawah mengikuti suaminya yang telah terlebih dulu berangkat ke sawah tidak jauh dari rumah korban.

Namun, pada sekira pukul 16.00 WIB, kakek dan nenek korban pulang dari sawah. Saat tiba di rumah, nenek korban mendapati pintu dapur tertutup. Nenek korban akhirnya memanggil korban sebanyak dua kali, tapi tidak ada jawaban.

Selanjutnya, nenek korban membuka pintu dapur dan mencoba memanggil korban kembali sebanyak dua kali, tapi tetap tidak ada jawaban. Kemudian nenek korban membuka pintu tengah rumah dan melihat korban tertelungkup di ruang bagian tengah rumah.

Saat ditemui, banyak ceceran darah di sekitar tubuh korban. Lalu nenek korban berteriak meminta pertolongan warga.

Hery mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban. "Kami masih melakukan pendalaman dan menunggu autopsi. Kalau sudah, akan lebih jelas penyebab kematiannya," kata dia.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement