Rabu 15 Feb 2023 14:45 WIB

Wali Kota Bandung Ingin Pengolahan Sampah di TPS Diperbanyak

Pengolahan di TPS Kota Bandung diharapkan mengurangi sampah yang diangkut ke TPA.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Irfan Fitrat
Petugas pengangkut sampah beraktivitas di antara tumpukan sampah di Jalan Pagarsih, Astanaanyar, Kota Bandung, Ahad (15/1/2023).
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Petugas pengangkut sampah beraktivitas di antara tumpukan sampah di Jalan Pagarsih, Astanaanyar, Kota Bandung, Ahad (15/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Wali Kota Bandung Yana Mulyana berharap pengolahan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) bisa diperbanyak. Dengan begitu, diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Hal itu juga mengantisipasi persoalan pengangkutan sampah ke TPA. Selama ini, sampah dari sejumlah daerah di Bandung Raya, termasuk Kota Bandung, diangkut ke TPA Sarimukti yang ada di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Beberapa kali ada persoalan pengangkutan sampah karena kendala di TPA Sarimukti. Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, kendala akses menuju TPA Sarimukti belum lama ini mengakibatkan ritase truk sampah berkurang. Biasanya, dalam sehari ritase pengangkutan sampah bisa mencapai 126 rit.

Namun, karena ada kendala di TPA, maksimal disebut hanya seratus kali sehari. Terkendalanya pengangkutan ke TPA ini mengakibatkan sampah bertumpuk di TPS. Karena itu, Yana berharap upaya pengolahan sampah bisa dioptimalkan, termasuk di TPS.

 

“Kita coba selesaikan di kewilayahan, termasuk mengupayakan penyelesaian masalah sampah langsung dari akarnya melalui pengolahan sampah di TPS dan Kang Pisman (gerakan Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan sampah),” kata Yana, seusai meresmikan Rumah Pompa Cironggeng di Cisaranten Endah, Kota Bandung, Rabu (15/2/2023).

Yana mengatakan, sejauh ini sudah ada alat pengolah sampah anorganik di sejumlah TPS. Alatnya berupa insinerator atau mesin pembakaran sampah.

“Metode penyelesaian sampah yang paling efektif sejauh ini ada pembakaran dan di Kota Bandung sendiri sudah diberlakukan metode pembakaran itu di TPS-TPS. Walaupun memang masih dalam skala kecil, tapi itu lumayan menyelesaikan persoalan sampah di wilayah tersebut,” kata Yana.

Yana berharap nantinya seluruh TPS di Kota Bandung dilengkapi alat pengolahan sampah atau insinerator sendiri. Dengan begitu, diharapkan volume sampah yang diangkut dari TPS ke TPA dapat berkurang.

Selain itu, Yana pun mengharapkan gerakan Kang Pisman terus digencarkan, yang sejauh ini diklaim dapat mengurangi volume sampah, khususnya sampah organik. “Saya sih penginnya metode ini dapat diterapkan di seluruh TPS ya, jadi tinggal sampah residu saja yang dibawa ke TPA,” kata Yana. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Yudi Cahyadi meminta masyarakat Kota Bandung berperan serta mengurangi volume sampah. “Minimal yang bisa kita lakukan adalah menjaga, mengurangi produksi sampah kita, kemudian sampah kita juga dikelola dengan baik,” ujar Yudi.

Warga pun diminta membuang sampah pada tempatnya. Ihwal kondisi di TPA Sarimukti, Yudi meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, selaku pengelolanya, untuk memperbaiki akses dan sarana prasarana di sana, sehingga tidak terjadi kendala dalam pengangkutan sampah dari wilayah Bandung Raya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement