Sabtu 11 Mar 2023 13:17 WIB

Pelajar Korban Sabetan Pedang di Bogor Dimakamkan Hari Ini

Suasana haru menyelimuti pelayat yang mengantarkan korban ke tempat peristirahatan.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto
Pelajar korban sabetan pedang di Kota Bogor, AS (16 tahun), dimakamkan di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Sabtu (11/3/2023)
Foto: Istimewa
Pelajar korban sabetan pedang di Kota Bogor, AS (16 tahun), dimakamkan di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Sabtu (11/3/2023)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pelajar SMK berinisial AS (16 tahun), yang tewas akibat sabetan pedang di Simpang Pomad, Kota Bogor, dimakamkan pada Sabtu (11/3/2023). Pemakaman dihadiri oleh keluarga, tetangga hingga rekan sekolah korban.

Prosesi pemakaman siswa SMK Bina Warga ini berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB. AS dimakamkan di pemakaman umum yang tidak jauh dari rumahnya di di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Tampak suasana haru menyelimuti para pelayat yang mengantarkan korban ke tempat peristirahatan terakhirnya. Setelah dimasukan ke dalam liang lahat, foto AS diletakan di atas makam dan dilanjutkan dengan membacakan doa.

Tetangga korban yang hadir di pemakaman, Sri Indari (48), tidak menyangka korban pergi dalam kondisi yang tragis. Korban dikenalnya sebagai sosok anak yang baik dan soleh.

 

Dalam kesehariannya, kata dia, AS merupakan anak yang baik dan tidak bertingkah macam-macam. Lingkup pergaulannya pun diketahui hanya di sekitar rumah.

“Seperti sekarang ini, meninggal aja udah sampai mana-mana datang, termasuk bu Camat, bu Lurah. Kita udah bisa nilai dari situ, Arya anak baik yang hadir juga banyak yang nyelawat juga banyak, yang nyolatin yang nganterin,” kata Sri kepada wartawan di lokasi, Sabtu (11/3/2023).

Kata Sri, dua hari sebelum meninggal dunia, ia sempat melihat korban dengan kondisi lesu. Tidak banyak yang dikatakan oleh korban, hanya menyapa ketika melewati depan rumahnya yang berdeketan.

Korban, lanjut Sri, merupakan anak yatim yang tinggal dengan ayah dan ibu angkatnya. Warga berharap agar pelaku pembacokan korban segera ditangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal.

Terlebih, kata dia, AS merupakan anak yatim. Selama ini, AS tinggal di Desa Cijunung bersama ayah dan ibu angkatnya.

“Semua warga di sini pengen tuntas, pembunuhnya sampai ketangkep. Namanya pembunuhan harus sesuai prosedur hukum tetep hukum mah harus berlaku. Kita minta keadilannya,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pelajar berinisial AS meninggal dunia usai dibacok di sekitaran Simpang Pomad, Kota Bogor pada Jumat (10/3/2023). Korban disabet dengan pedang ketika hendak menyeberang jalan oleh pelaku yang menaiki motor.

Korban merupakan warga Kampung Cijujung Tengah, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Tetapi, korban merupakan pelajar kelas 10 salah satu SMK swasta di wilayah Kota Bogor.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement