Kamis 23 Mar 2023 13:33 WIB

Pemprov akan Siapkan Ribuan Takjil Gratis di Masjid Raya Al Jabbar

Masjid Raya Al Jabbar di Bandung sudah dibuka kembali pada awal Ramadhan.

Rep: Arie Lukihardianti/Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Irfan Fitrat
Jamaah melaksanakan shalat Tarawih di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/3/2023).
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Jamaah melaksanakan shalat Tarawih di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) sudah membuka kembali Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung. Masjid Pemprov Jabar itu pun sudah digunakan untuk shalat Tarawih berjamaah, Rabu (22/3/2023).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jabar Dedi Supandi mengatakan, pada bulan Ramadhan ini pemprov akan menyediakan paket takjil gratis di Masjid Raya Al Jabbar.

Menurut dia, sementara ini akan disiapkan sekitar 4.000 paket takjil gratis setiap harinya. Warga bisa turut berpartisipasi untuk penyediaan takjil ini.

Dedi mengatakan, di Masjid Raya Al Jabbar juga akan digelar shalat Tarawih berjamaah rutin. “Kami menyiapkan imam dan penceramah selama Ramadhan ini. Kami pun menyiapkan tempat penitipan alas kaki dari Baznas dan TNI akan membantu pengamanan parkir,” ujar Dedi di Bandung, Kamis (23/3/2023).

 

Pengurus DKM Masjid Raya Al Jabbar Ari Mutawali sebelumnya mengatakan, pada bulan Ramadhan ini Masjid Raya Al Jabbar bisa diramaikan dengan kegiatan kajian. Menurut dia, masyarakat yang ingin mengadakan kajian di Masjid Raya Al Jabbar bisa mengakses aplikasi Sapawarga.

“Pak Gubernur menyampaikan, untuk jadwal Ramadhan di Masjid Al Jabbar, ada kajian sifatnya bebas. Nanti, sesuai prosedur yang disiapkan pemprov, berupa aplikasi Sapawarga. Masyarakat bisa mengakses aplikasi tersebut untuk mengisi kajian di bulan Ramadhan,” ujar Ari.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil sebelum juga menyampaikan rencana pembukaan galeri atau museum Rasulullah dan sejarah Islam di Masjid Raya Al Jabbar. Menurut Gubernur, galeri itu rencananya mulai dibuka untuk umum pada hari keempat Ramadhan. “Pendaftarannya via online, berbayar, sehingga ini menjadi fasilitas edukasi sejarah Islam terbaik,” ujar Gubernur.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement