Selasa 11 Apr 2023 14:45 WIB

3,2 Juta Anak di Jabar Disebut Sudah Ikuti Sub-PIN Polio

Upaya penyisiran anak didorong untuk meningkatkan cakupan imunisasi polio.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Irfan Fitrat
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat (Jabar) Dedi Supandi.
Foto: Istimewa
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat (Jabar) Dedi Supandi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Sub-Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Provinsi Jawa Barat (Jabar) masih berjalan. Sejak dimulai Senin (3/4/2023), hingga kini dilaporkan sudah sekitar 3,2 juta anak usia 0-59 bulan yang mendapatkan imunisasi polio.

“Sudah 82,7 persen dari target atau sasaran 3,9 juta anak,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jabar Dedi Supandi, saat ditemui di Aula Timur Gedung Sate, Kota Bandung, Jabar, Selasa (11/4/2023).

Dedi, yang merupakan ketua Tim Pelaksana Vaksinasi Polio di Jabar, mengatakan, dari 27 kabupaten/kota, Majalengka menjadi daerah dengan cakupan Sub-PIN Polio paling tinggi. Sementara yang terendah cakupannya disebut Depok.

Namun, menurut Dedi, persoalan cakupan imunisasi di Depok itu terkait dengan perbedaan data. Ia mengatakan, ada perbedaan antara data sasaran yang ditentukan Kementerian Kesehatan dengan data hasil surveilans. 

 

“Makanya Wali Kota (Depok) sedang mengajukan permohonan target yang disesuaikan dengan surveilans. Terjadi perbedaan data,” kata Dedi.

Dedi berharap cakupan Sub-PIN Polio putaran pertama di 27 kabupaten/kota dapat mencapai target. “Di tanggal 14 (April) tahap pertama sudah selesai. Mudah-mudahan targetnya di tanggal 15 bisa mencapai di 95 persen. Rata-rata sudah 82,4 persen,” ujar dia.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jabar Atalia Praratya mengaku sudah mendorong sejumlah kader posyandu, PKK, Karang Taruna, juga Jabar Bergerak untuk melakukan penyisiran anak yang belum menjalani imunisasi polio.

“Kita menyisir masyarakat yang belum mendapatkan imunisasi. Kita jemput bola dari rumah ke rumah,” kata Atalia. 

Atalia mengimbau para orang tua tidak khawatir untuk membawa anaknya menjalani imunisasi polio. “Orang tua juga jangan khawatir karena imunisasi yang kita berikan oral, meminimalisasi kerewelan anak dan lain-lain,” ujar Atalia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement