Kamis 11 May 2023 12:26 WIB

Kang Emil Carikan Opsi untuk Guru ASN dan Pemkab Pangandaran

Emil juga telah mendapatkan penjelasan dari pihak Pemkab Pangandaran. 

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil bertemu dengan guru Husein Ali Rafsanjani.
Foto: Tangkapan layar Instagram Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil bertemu dengan guru Husein Ali Rafsanjani.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bertemu dengan Husein Ali Rafsanjani, guru ASN di Kabupaten Pangandaran yang tengah jadi perbincangan publik belakangan ini. Husein datang sendirian saat pertemuan yang berlangsung di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu petang (10/5/2023).

Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, sebagai pembina ASN di Jabar, dirinya akan mencari solusi terbaik baik pihak yang terlibat.

"Sebagai pembina PNS di Jawa Barat, saya ketemu dengan Kang Husein yang sempat viral terkait laporan. Sedang kita cari solusi terbaiknya," katanya.

Sebelumnya, Husein sempat mengunggah ke media sosial peristiwa yang dialaminya saat Pelatihan Dasar (Latsar) ASN yang terjadi pada 2021 lalu. Unggahan tersebut kini menjadi sorotan publik.

Emil mengatakan, pihaknya juga akan memberikan opsi-opsi bagi kedua belah pihak yakni Husein dan Pemda Kabupaten Pangandaran.

"Kita berikan juga opsi-opsi yang paling pas. Mudah-mudahan baik buat Pemkab Pangandaran baik juga buat Huseinnya. Insya Allah ending-nya akan baik untuk semua," katanya.

Sebelum bertemu dengan Husein, Emil juga telah mendapatkan penjelasan dari pihak Pemkab Pangandaran. Dari keterangan yang didapat bahwa untuk biaya akomodasi dan kegiatan lainnya pada Latsar telah dianggarkan, tapi harus di-refocusing untuk penanganan Covid-19. 

"Saya sudah mendengarkan dari versi Pemkab Pangandaran bahwa anggaran untuk latsar dibatalkan karena di-refocusing untuk Covid-19. Jadi, versi pemkabnya tidak ada pungli karena kalau pungli kan anggarannya ada, tapi narik lagi. Mungkin ini yang tidak terinformasikan sehingga dianggapnya anggaran masih ada," ujar Emil. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement