Selasa 16 May 2023 05:31 WIB

Soal Penembakan Habib Bahar Smith, Gus Fuad Plered: Drama Nggak Bermutu

Kasus penembakan itu hanya untuk mengalihkan tentang persoalan nasib Ba'alawi.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Agus Yulianto
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong Bahar bin Smith menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (5/4/2022).
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong Bahar bin Smith menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (5/4/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pondok Pesantren Roudlatul Fatihah Plered Bantul KH Muhammad Fuad Riyadi atau dikenal dengan panggilan Gus Fuad Plered menilai, kasus penembakan terhadap Habib Bahar bin Smith adalah sekadar drama yang sengaja dibuat untuk mengalihkan isu tentang persoalan nasab para habib yang tengah menjadi polemik. 

Pernyataan itu disampaikan Gus Fuad melalui kanal YouTube resminya, yakni Gus Fuad Channel dengan judul "Hoax Bahar Smith Ditembak: Drama Murahan Halu Ga Bermutu!!-Gus Fuad Plered". Video pernyataan Gus Fuad tersebut diunggah pada Senin (15/5/2023). Dalam video itu, Gus Fuad memperlihatkan dan membacakan judul berita dari media CNN tentang kasus penembakan terhadap HBS. 

Baca Juga

"Ini berita CNN, 'Tak Ada Saksi Penembakan Bahar Smith, Polisi Pun Tak Temukan Proyektil'. Ini sudah kita duga ini, ini cuma drama nggak bermutu soal isu penembakan Bahar Smith itu, ini dibaca saja sendiri di CNN, di mana-mana juga ada," kata Gus Fuad.

Gus Fuad mengatakan bahwa HBS berbohong tentang kasus penembakan pada dirinya sendiri. Ia mengatakan, kasus penembakan itu hanya untuk mengalihkan tentang persoalan nasib Ba'alawi yang tengah menjadi polemik.

 

"Jadi, intinya Bahar Smith itu bohong aja anunya itu. Untuk mengalihkan isu tentang nasab. Sudah kita fokus saja persoalan ilmiah, buktikan nasab Ba'alawi itu sampai tersambung ke Rasulullah benar apa nggak, buktikan. Karena ini sudah terbukti berbahaya dan merusak agama, bangsa dan negara, gitu loh, intinya tuh di situ," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement