Selasa 20 Jun 2023 21:40 WIB

Jenguk Siswi SMK yang Disayat Lehernya, Wagub Jabar Soroti Pendidikan Ukhrawi

Wagub Jabar berharap kasus serupa tidak terulang kembali.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum seusai menjenguk siswi SMK yang lehernya disayat di Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jabar, Selasa (20/6/2023).
Foto: Dok. Tim Media Wagub Jabar.
Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum seusai menjenguk siswi SMK yang lehernya disayat di Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jabar, Selasa (20/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS — Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menjenguk siswi SMK di Ciamis yang menjadi korban penganiayaan, Selasa (20/6/2023). Siswi berinisial NR (16 tahun) itu terluka pada bagian lehernya akibat disayat dengan senjata tajam oleh pelaku yang masih berusia belasan tahun.

Kejadian itu terjadi di Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Senin (19/6/2023). Korban masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan di wilayah Kecamatan Rancah.

Baca Juga

Wagub mengatakan, kedatangannya untuk melihat kondisi terkini siswi SMK tersebut. Di mana sekolah tingkat SMK sederajat berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. “Saya hadir disuruh Pak Gubernur sebagai pimpinan Jabar yang peduli dengan masyarakat,” ujar dia, seusai menjenguk siswi tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, Wagub mengatakan, penganiayaan terhadap siswi SMK tersebut diduga akibat masalah percintaan. Namun, ada juga versi lain yang disampaikan orang tua korban. “Kata orang tua, hanya ada kesalahpahaman, sehingga yang satunya emosi,” ujar Wagub.

Apa pun masalahnya, Wagub meminta kejadian ini menjadi perhatian semua pihak. Terlebih kejadian ini melibatkan orang yang masih berusia belasan tahun.

Wagub pun menekankan kepada setiap orang tua untuk memberikan pendidikan yang seimbang kepada anak. Tidak hanya pendidikan terkait urusan duniawi, melainkan juga ukhrawi.

“Jangan sampai anak hanya dijejali pendidikan duniawi karena ukhrawi adalah penguatan kepribadian, karakter, dan moral,” kata Wagub.

Wagub juga meminta kepada pihak sekolah untuk menguatkan pendidikan moral terhadap para peserta didiknya. Selain juga melakukan langkah pengawasan.

“Saya harap ke depan tidak lagi kejadian seperti ini. Masyarakat juga harus memperhatikan anak-anak. Jangan diabaikan,” kata Wagub.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement