Kamis 14 Sep 2023 16:42 WIB

Diduga Kecelakaan di Tempat Penggilingan Padi, Warga Tasikmalaya Meninggal

Korban dikabarkan ditemukan terlilit van belt mesin penggilingan padi.  

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Petugas mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan meninggal dunia di tempat penggilingan padi wilayah Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Kamis (14/9/2023).
Foto: Republika/Bayu Adji P
Petugas mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan meninggal dunia di tempat penggilingan padi wilayah Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Kamis (14/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA — Seorang warga dilaporkan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tempat penggilingan gabah wilayah Perintis, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (14/9/2023). Warga yang sering dipanggil Babeh Wawan (58 tahun) itu diduga mengalami kecelakaan kerja saat melakukan proses penggilingan padi.

Salah satu saksi mata di lokasi, Agus Mulyawan (45), mengaku pertama kali melihat korban dalam kondisi tubuhnya sudah terlilit di mesin penggiling padi pada sekitar pukul 13.00 WIB. “Itu sudah ada darah. Saya tidak berani lihat lagi atau pegang,” kata Agus di lokasi kejadian, Kamis siang.

Baca Juga

Agus menjelaskan, korban diketahui masih beraktivitas seperti biasa di tempat penggilingan padi pada Kamis pagi. Namun, saat siang hari, korban tak terlihat. “Biasanya kelihatan sholat, tapi tadi tidak ada,” ujar dia.

Setelah itu, ada seseorang yang datang ke tempat penggilingan padi itu untuk mengirim barang. Orang itu mencari-cari Babeh Wawan. Melihat ada orang, Agus kemudian menghampiri. Ia pun membantu orang tersebut untuk mencari Babeh Wawan. “Dikira lagi makan atau lainnya. Lalu dicari ke atas, tidak ada. Pas mau dicari ke ruangan mesin, dia sudah dalam kondisi meninggal dunia,” kata Agus.

 

Melihat korban sudah meninggal dunia, Agus langsung mengabarkan kepada warga lainnya. Setelah itu, warga pun memberi informasi kepada aparat kepolisian. 

Agus menjelaskan, Babeh Wawan diketahui merupakan pengelola tempat penggilingan padi itu. Sudah bertahun-tahun Babeh Wawan menyewa gedung dan mesin yang merupakan aset Pusat Koperasi Kabupaten Kota Tasikmalaya itu. Menurut dia, selama ini korban lebih sering bekerja seorang diri. “Beberapa kali ada yang bantu, tapi lebih sering sendiri,” kata dia.

Perwira Pengawas Polres Tasikmalaya Kota Iptu Nuraeni mengatakan, jenazah korban sudah dievakuasi dengan dibantu sejumlah petugas. Usai dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. “Kondisi korban saat ditemukan terlilit van belt mesin penggilingan padi. Ini merupakan kecelakaan kerja,” ujar dia.

Berdasarkan pantauan Republika, banyak warga yang berkumpul untuk melihat proses evakuasi jenazah korban. Aparat memasang garis polisi di sekitar gedung tempat penggilingan padi itu agar tidak ada warga yang masuk.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement