Senin 15 Jan 2024 18:15 WIB

Polisi Cek Lokasi TPS Rawan Terdampak Longsor di Gunungtanjung Tasikmalaya

Selain kerawanan bencana, dicek juga TPS dengan potensi masalah lainnya.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Polisi melakukan pengecekan ke lokasi tempat pemungutan suara (TPS) yang rawan terdampak longsor di Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (15/1/2024).
Foto: Dok. Polres Tasikmalaya Kota
Polisi melakukan pengecekan ke lokasi tempat pemungutan suara (TPS) yang rawan terdampak longsor di Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (15/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA — Aparat kepolisian melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi yang akan dijadikan tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2024 di wilayah Desa Malatisuka, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (15/1/2024). Pengecekan dilakukan, antara lain untuk mengantisipasi TPS terdampak bencana saat pelaksanaan pemungutan suara Februari nanti.

Kepala Polres (Kapolres) Tasikmalaya Kota AKBP Joko Sulistiono mengatakan, ada beberapa lokasi yang akan dijadikan TPS di wilayah Kecamatan Gunungtanjung dan berpotensi terdampak bencana, seperti longsor. Hal itu menjadi perhatian karena masih musim hujan.

Baca Juga

Selain kerawanan bencana, dicek juga potensi masalah lainnya di lokasi yang akan dijadikan TPS. “TPS yang rawan longsor, akses jalan curam, dan tidak ada akses internet, di antaranya TPS 8 Madrasah Nurul Huda, TPS 9 Madrasah Nurul Huda, dan TPS 10 SDN Cipinaha,” kata Kapolres.

Kapolres meminta jajaran kepolisian selalu siaga mengantisipasi potensi kejadian bencana di lokasi TPS. Personel kepolisian juga diminta terus melakukan pemantauan agar pemilu dapat berjalan lancar.

 

Selain itu, Kapolres berpesan kepada para anggotanya di lapangan untuk terus menjalin komunikasi dengan masyarakat. Dengan begitu, anggota kepolisian dapat mengetahui pendapat atau masukan dari masyarakat demi terciptanya situasi yang kondusif. “Berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan polisi,” kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement