Selasa 24 Oct 2023 15:06 WIB

Kebakaran di Gunung Papandayan Garut Belum Padam, Berbagai Cara Dilakukan

Kondisi medan yang terjal dan angin kencang menjadi kendala pemadaman api.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Petugas melakukan pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Senin (23/10/2023).
Foto: Dok BPBD Kabupaten Garut
Petugas melakukan pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Senin (23/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT — Kebakaran di kawasan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilaporkan masih terjadi hingga Selasa (24/10/2023) siang. Petugas melakukan berbagai upaya untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas.

Peristiwa kebakaran itu sudah terjadi sejak Ahad (22/10/2023), sekitar pukul 19.30 WIB. Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Aah Anwar, hingga Selasa siang, masih ada titip api dan kepulan asap. “Hingga pukul 12.10 WIB, dilaporkan bahwa tim penanganan belum berhasil sepenuhnya mengendalikan api,” kata Aah, Selasa siang.

Baca Juga

Aah mengatakan, upaya pemadaman api mengalami kendala. Pasalnya, kondisi medan terjal dan berada pada ketinggian. “Ditambah lagi kondisi angin kencang, menyulitkan upaya penanganan. Karena angin memungkinkan penyebaran titik api yang sulit diatasi,” ujar dia.

Lokasi kebakaran juga disebut tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam. Menurut Aah, petugas gabungan sudah melakukan berbagai cara untuk menangani kebakaran di kawasan gunung itu. Di antaranya melakukan penanganan secara manual dengan ranting basah, menggunakan alat jet shutter untuk pendinginan, serta membuat parit dan sekat bakar untuk membatasi penyebaran api.

Kebakaran awalnya dilaporkan terjadi di kawasan Blok Tegal Alun Gunung Papandayan. Kawasan tersebut didominasi semak-semak dan pohon. Berdasarkan pendataan sementara hingga Senin pukul 03.00 WIB, kebakaran terjadi juga di kawasan Blok Masigit dan Blok Puncak. “Diperkirakan luas lahan terbakar 50 hektare,” kata Aah, melalui keterangan tertulis, Senin malam.

Aah mengatakan, petugas dan sukarelawan bekerja keras untuk memadamkan api dan meminimalkan dampak kebakaran. Selain itu, kata dia, memastikan keselamatan dan perlindungan lingkungan sekitar juga warga. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement