Kamis 23 Nov 2023 16:37 WIB

Longsor di Sodonghilir Tasikmalaya, Puluhan Warga Mengungsi

Dilaporkan sejumlah rumah rusak berat dan belasan lainnya terancam terdampak longsor.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Sejumlah warga terdampak bencana longsor di Desa Cukangjayaguna, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungsi di balai pertemuan desa setempat.
Foto: Dok.Tagana Kabupaten Tasikmalaya
Sejumlah warga terdampak bencana longsor di Desa Cukangjayaguna, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungsi di balai pertemuan desa setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA — Bencana longsor yang terjadi di Desa Cukangjayaguna, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, membuat puluhan warga terpaksa mengungsi sementara. Hingga Kamis (23/11/2023), sejumlah warga dikabarkan masih mengungsi.

Longsor dilaporkan terjadi di wilayah Desa Cukangjayaguna pada Rabu (15/11/2023). Camat Sodonghilir, Uu Saeful Uyun, mengatakan, ada sekitar 15 kepala keluarga (KK) atau puluhan warga yang mengungsi akibat terdampak longsor.

Baca Juga

Sejumlah warga dilaporkan mengungsi ke rumah kerabat. Ada juga yang mengungsi ke balai desa setempat. “Sampai hari ini sebagian masih mengungsi,” kata Uu, saat dikonfirmasi Republika.co.id, Kamis siang.

Menurut Uu, warga terdampak bencana ini masih beraktivitas pada siang hari. Sementara pada malam hari kembali ke pengungsian. Uu mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya sudah memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana ini. Bantuan juga datang dari warga sekitar.

 

Berdasarkan data Pemerintah Kecamatan Sodonghilir, ada tiga rumah yang rusak berat akibat terdampak longsor. Sementara belasan rumah lain kondisinya terancam.

 

photo
Petugas memeriksa rumah terdampak bencana longsor di Desa Cukangjayaguna, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, yang terjadi pada Rabu (15/11/2023). - (Dok. Tagana Kabupaten Tasikmalay)

 

Mengacu data Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, longsor yang terjadi pada sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu pekan lalu, itu mengakibatkan enam rumah rusak berat dan mengancam sebelas rumah. “Korban, alhamdulillah, tidak ada,” kata Ketua Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya.

Jembar mengatakan, ada sekitar 17 KK atau 54 jiwa yang mengungsi akibat terdampak bencana. Tujuh orang di antaranya disebut balita, delapan anak-anak, tujuh ibu menyusui, dan tiga warga lanjut usia (lansia).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin, mengatakan, pihaknya masih memantau kondisi di lokasi bencana dan memberikan bantuan kepada warga terdampak. Sejumlah warga disebut tinggal sementara di rumah kerabat. “Di sana juga sudah ada rumah yang disediakan oleh desa sebagai tempat pengungsian sementara,” kata Nuraedidin kepada Republika.co.id, Kamis.

Menurut Nuraedidin, pihaknya terus melakukan penanganan di lokasi bencana, termasuk menangani jalan yang tertutup material longsor. “Kami kerja sama dengan dinas terkait untuk melakukan penanganan,” kata dia.

Selama satu pekan terakhir, Nuraedidin, mengatakan, dilaporkan kejadian bencana di 12 titik yang tersebar di delapan kecamatan. Bencana dilaporkan dipicu hujan dengan intensitas tinggi. Ia pun mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan akan potensi bencana saat musim hujan. “Sekarang memang masih masa transisi (musim kemarau ke musim hujan), tapi kewaspadaan harus ditingkatkan,” ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement