Selasa 05 Dec 2023 15:43 WIB

Delapan Kejadian Bencana di Tasikmalaya, Atap Empat Rumah Warga Ambruk

Bencana dipicu hujan dengan intensitas tinggi.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Petugas dan warga berupaya mengevakuasi pohon tumbang yang menutup Jalan Lingkar Dadaha, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (4/12/2023).
Foto: Republika/Bayu Adji P
Petugas dan warga berupaya mengevakuasi pohon tumbang yang menutup Jalan Lingkar Dadaha, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (4/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA — Delapan kejadian bencana dilaporkan di wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sehari terakhir. Kejadian bencana dipicu hujan intensitas tinggi yang terjadi pada Senin (4/12/2023).

Koordinator Lapangan Unit Reaksi Cepat (URC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Harisman, mengatakan, dari delapan kejadian bencana itu, empat di antaranya atap rumah ambruk. Seperti di wilayah Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, di mana ada dua rumah yang bagian atap dan dindingnya ambruk.

Baca Juga

Menurut Harisman, kejadian di Panglayungan itu dilaporkan mengakibatkan seorang warga terluka. “Lukanya ringan,” ujar dia, Selasa (5/12/2023).

Selain di Panglayungan, dilaporkan ada masing-masing satu rumah yang atapnya ambruk di wilayah Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, dan di Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang.

 

BPBD Kota Tasikmalaya juga menerima laporan kejadian satu pohon tumbang di Jalan Lingkar Dadaha, Kecamatan Cihideung, dua tembok penahan tanah (TPT) longsor masing-masing di Kecamatan Kawalu dan Cipedes, serta satu kejadian banjir di Kecamatan Bungursari.

Menurut Harisman, tidak ada korban jiwa akibat kejadian bencana itu. Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan penanganan dampak bencana di lapangan. Ada beberapa yang sudah bisa ditangani. “Sisanya masih dalam penanganan sampai saat ini,” kata dia.

Harisman mengimbau masyarakat di Kota Tasikmalaya selalu waspada akan potensi bencana hidrometeorologi, terlebih mulai turun hujan dengan intensitas tinggi. “Seluruh wilayah kota harus diwaspadai karena semua tetap berpotensi banjir genangan dan longsor,” katanya.

Selain itu, Harisman meminta masyarakat menjaga kondisi lingkungan untuk meminimalkan potensi bencana, seperti tidak membuang sampah sembarangan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement