Rabu 29 Nov 2023 09:03 WIB

Keluarga Berisiko Stunting di Garut Dapat Bantuan Modal Usaha

Baznas Kabupaten Garut menyalurkan bantuan modal usaha Rp 1 juta.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Baznas Kabupaten Garut menyalurkan bantuan modal usaha kepada sejumlah keluarga berisiko stunting di Kantor DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Foto: Dok Diskominfo Kabupaten Garut
Baznas Kabupaten Garut menyalurkan bantuan modal usaha kepada sejumlah keluarga berisiko stunting di Kantor DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan untuk sejumlah keluarga berisiko stunting di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bantuan yang diberikan berupa modal usaha untuk keluarga yang memiliki usaha kecil produktif.

Ketua Baznas Kabupaten Garut Abdullah Efendi mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung upaya penanganan stunting secara berkelanjutan. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan modal usaha bagi keluarga berisiko stunting.

Baca Juga

Dengan bantuan ini, menurut Abdullah, diharapkan usaha yang dijalankan dapat berkembang, sehingga berdampak terhadap ekonomi dan pemenuhan kebutuhan keluarga. “Penambahan modal dapat meningkatkan kondisi ekonomi dan kesehatan anak-anak,” ujar dia, melalui siaran pers, Selasa (28/11/2023).

Abdullah mengatakan, bantuan modal usaha ini nilainya Rp 1 juta untuk setiap keluarga berisiko stunting yang memiliki usaha kecil produktif, seperti pedagang kecil atau perajin. Bantuan itu disebut disalurkan kepada 23 kepala keluarga, yang tersebar di Desa Surabaya, Kecamatan Limbangan; Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul; dan di Kelurahan Sukamantri, Kecamatan Garut Kota.

 

Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Garut (DPPKBPPPA) Yayan Waryana, kondisi ekonomi dapat menjadi salah satu faktor stunting karena terkait pemenuhan kebutuhan keluarga.

“Melalui bantuan ini, kami berharap dapat memberikan dukungan nyata kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi, khususnya balita stunting, agar bisa tumbuh dan berkembang secara sehat,” kata Yayan, yang juga merupakan ketua pelaksana harian Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Garut.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement