Jumat 22 Dec 2023 20:44 WIB

Viral Dikeroyok dan Terluka, Polisi di Bandung: Saya Sudah Ikhlas

Polisi tersebut awalnya melihat ada perkelahian di Jalan Banjaran-Soreang.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Irfan Fitrat
Polisi menggiring sejumlah tersangka kasus pengeroyokan terhadap seorang polisi, saat rilis pengungkapan kasus di Markas Polresta Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/12/2023).
Foto: Dok Republika
Polisi menggiring sejumlah tersangka kasus pengeroyokan terhadap seorang polisi, saat rilis pengungkapan kasus di Markas Polresta Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG — Viral di media sosial rekaman video seseorang tengah dikeroyok di jalanan, yang ternyata anggota kepolisian. Kejadiannya di ruas Jalan Banjaran-Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/12/2023).

Polisi yang menjadi korban pengeroyokan itu Bripka Chevy Dwiki Rustandi. Anggota Unit Samapta Polsek Cimaung, Kabupaten Bandung, itu mengaku awalnya dalam perjalanan pulang ke rumah setelah melaksanakan tugas pengamanan. Kemudian ia melihat terjadi kemacetan di ruas Jalan Banjaran-Soreang dan berupaya membantu mengurai arus lalu lintas.

Baca Juga

Lantas Chevy melihat ada orang yang berkelahi. “Saat itu, di depan saya tiba-tiba ada perkelahian, yang menyebabkan korban dari sopir luka parah,” kata dia di Markas Polresta Bandung, Jumat (22/12/2023).

Chevy mengaku mencoba melerai, namun malah menjadi sasaran pemukulan oleh sejumlah orang. Chevy, yang menggunakan helm, dihantam di bagian kepala dan wajah. “Saat melerai, jangan di sini (cekcok) karena menyebabkan kemacetan. Tiba-tiba langsung menghantam ke bagian kepala saya,” ujar dia.

 

Saat kejadian itu Chevy menggunakan jaket. Ketika dikeroyok, ia mengaku sudah mengatakan kepada para pelaku bahwa dirinya seorang polisi. “Saya sudah menyebutkan anggota dari polsek, tetap saja melakukan penyerangan ke saya, bahkan saat sudah membuka jaket, tetap membabi buta,” katanya.

Akibat pengeroyokan itu, Chevy mengaku terluka pada bagian belakang kepala, serta hidung dan pelipis. “Di belakang (kepala) yang parah karena pakai helm dihantamnya,” ujar dia.

Meski menjadi korban pengeroyokan dan terluka, Chevy mengaku tidak merasa dendam kepada para pelaku. Saat kejadian itu, ia merasa dirinya terpanggil untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Saya tidak dendam sama sekali. Jiwa saya terpanggil untuk mengamankan situasi kamtibmas. Saya sudah ikhlas,” ujarnya.

Kepala Polresta (Kapolresta) Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, anggota kepolisian yang menjadi korban pengeroyokan itu sudah menjalani visum dan terdapat luka di bagian wajah. “Ada luka lebam,” kata dia.

Setelah dilakukan penyelidikan, jajaran Polresta Bandung menangkap empat orang tersangka pengeroyokan. Polisi masih memburu satu orang lainnya yang diduga terlibat pengeroyokan itu. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement