Rabu 27 Dec 2023 14:09 WIB

Anies Sebut JK Berpesan untuk Kader HMI tak Lagi Jadi Wapres, Melainkan Presiden 

JK pada pekan lalu telah mendeklarasikan dukungannya secara terbuka ke AMIN.

Rep: Eva Rianti/ Red: Agus Yulianto
Acara deklarasi dukungan Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk paslon capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2023).
Foto: Republika/ Eva Rianti
Acara deklarasi dukungan Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk paslon capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan mengatakan, dirinya mendapatkan pesan dari Wakil Presiden (Wapres) RI ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla atau JK. JK berpesan supaya Anies sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tidak mencalonkan diri sebagai wakil presiden (wapres), dan merekomendasikannya agar langsung maju jadi presiden. 

Hal itu disampaikan Anies saat memberi sambutan di acara bertajuk 'Deklarasi Dukungan Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam' di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2023). 

Menurut penuturan Anies, JK yang merupakan kader sekaligus tokoh di HMI menginginkan dirinya untuk berkontestasi sebagai RI 1. Sehingga, Anies menjadi penerus JK yang selangkah lebih maju dibanding dirinya yang telah dua kali sebagai wapres. 

"HMI telah menghadirkan begitu banyak kader-kader, dan kader-kader HMI Alhamdulillah sudah berada di banyak posisi, termasuk posisi wakil presiden Republik Indonesia. Karena itu, tahap berikutnya kata beliau sebaiknya jangan di posisi itu lagi, masak cuma di situ (posisi wapres)," kata Anies. 

 

JK sendiri pada pekan lalu telah mendeklarasikan dukungannya secara terbuka kepada dirinya dan Imin. Anies pun meyakini, akan terus berikhtiar untuk memenangkan Pilpres 2024 melawan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. 

"Insya Allah kita akan mewarnai secara total untuk Indonesia ke depan, dan berpasangan kita bekerja sebagai Insyaallah dwi tunggal yang akan membawa ikhtiar perubahan ini ke depan," ujar eks Gubernur DKI Jakarta. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement