Rabu 10 Jan 2024 14:32 WIB

Tahun Ini, Pemprov Jabar Memfokuskan Pembangunan ke LRT Bandung Raya

Tahun 2024 sudah mulai dilakukan perencanaan lebih matang soal pembangunan LRT

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Iendra Sofyan
Foto: Arie Lukihardianti/Republika
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Iendra Sofyan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan memfokuskan pembangunan ke Light Rail Train (LRT) Bandung Raya. Selain itu, pembangunan pun akan difokuskan pada Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Iendra Sofyan, tidak ada rencana baru yang akan dikerjakan selama satu tahun ini. Karena, dua rencana pembangunan itu juga merupakan rencana lama. 

Baca Juga

"Gubernur mendorong diselesaikan, satu adalah LRT. Karena sebenarnya LRT sudah lama, ide-nya sudah lama terutama di Kota Bandung.  Kemudian akhirnya secara bertahap kita mendapatkan dukungan dari Kementerian Keuangan," ujar Iendra di Gedung Sate, Rabu (10/1/2024). 

Iendra mengatakan, walaupun rencana ini telah digagas lama, tapi pada 2024 ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memulai melakukan Proyek Development Facility (PDF). Serta, menyusun Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan, dan Detail Engineering Design (DED) atau detail gambar kerja. 

"Tetapi diharapkan tahun 2024 sudah mulai dilakukan perencanaan yang lebih matang lagi, soal pembangunan LRT Bandung Raya ini," katanya. 

Selain LRT, menurut Iendra, pengoperasian TPPAS Legok Nangka juga akan dikebut. Jadi, bisa digunakan secara penuh pada 2024 ini. Adapun soal pembangunan tempat pengelolaan sampah yang diklaim ramah lingkungan ini telah dilakukan sejak beberapa tahun kemarin. 

"Operasionalisasi atau paling tidak penanangan kontrak TPPAS Legok Nangka, pembangunan yang sudah dirancang sejak lama ya itu," katanya. 

Selain itu, kata Iendra, pada 2024 Pemprov Jabar juga akan lebih mengoptimalkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Jadi, dinas terkait akan diberikan anggaran untuk menghidupkan bandara yang berlokasi di Majalengka itu. 

"Kami ada anggaran-anggaran untuk mengoptimalkan, ada di Dinas Perhubungan, ada di Dinas Parwisata, KUK,  Perindustrian, juga di DMP TSP untuk mengoptimalkan BIJB ini," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement