Sabtu 09 Mar 2024 11:19 WIB

Dinkes Jabar Sebut Wolbachia Belum Efektif: Baru 16 Persen

Wolbachia baru akan maksimal bila persentase keberadaannya di atas 60 persen.

Petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung memeriksa ember berisi pakan dan telur nyamuk yang sudah disuntikkan bakteri Wolbachia di Kantor Dinkes Kota Bandung, Bandung, Jawa Barat
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung memeriksa ember berisi pakan dan telur nyamuk yang sudah disuntikkan bakteri Wolbachia di Kantor Dinkes Kota Bandung, Bandung, Jawa Barat

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Program pengembangbiakan nyamuk wolbachia di Kota Bandung masih belum efektif. Hal tersebut diakui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat Vini Adiani Dewi. Menurutnya, nyamuk wolbachia yang efektif melemahkan penyakit dari nyamuk Aedes Aegypti, penyebab demam berdarah dengue (DBD) ini, baru akan maksimal bila persentase keberadaannya di atas 60 persen.

Namun, kata Vini, saat ini di Ujungberung Kota Bandung ujicobanya baru ada sekitar 16 persen nyamuk wolbachia. Sehingga belum memberikan dampak dalam mengurangi DBD. Jadi, butuh waktu, sampai akhirnya nyamuk wolbachia memberi dampak dalam menurunkan DBD.

Baca Juga

"Untuk di Ujungberung itu kan baru September. Persentasenya baru 16 persen. Paling cepat (efektif), kalau sudah di atas 60 persen wolbachia-nya. Paling cepat baru satu tahun yang akan datang," ujar Vini dalam Bewara Jawa Barat (Beja), di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (8/3/2024).

Terkait efektivitas nyamuk wolbachia, menurut Vini, pengembangbiakan sukses dilakukan di Yogyakarta. Yakni, telah terjadi penurunan angka kematian hingga 70 persen.

"Wolbachia sekali lagi bukan yang utama. Paling penting adalah gerakan 3M plus. Ketika kita melaksanakan gerakan 3M Pkus, bukan saja nyamuk Aedes Aegypti  tetapi juga membersihkan lingkungan," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement