REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Universitas Islam Bandung (Unisba) membuka posko kesehatan untuk membantu para korban aksi demonstrasi yang berlangsung di Gedung DPRD Jawa Barat. Posko ini dilengkapi dengan tim medis profesional, ambulans, serta berbagai fasilitas penunjang kesehatan.
Berdasarkan pantauan, puluhan peserta aksi demo di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat mengalami sesak napas dan kondisi tubuh lemah diboyong Kampus Unisba untuk mendapat perawatan pada Jumat (29/8/2025) sore.
Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu'man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., turut serta hadir dan mengawal langsung pelaksanaan posko kesehatan ini sebagai bentuk perhatian universitas terhadap kemanusiaan.
Wakil Rektor III Unisba, Dr. Amrullah Hayatudin, S.HI., M.Ag., menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan. “Dukungan Unisba dalam hal ini saya jalankan sebagai Wakil Rektor III yang berkoordinasi langsung dengan Rektor sebagai pimpinan tertinggi universitas. Fokus kami adalah memberikan layanan kemanusiaan, bukan mendukung aksi anarkis atau hal serupa," ujar Dr Amrullah.
Faktanya, kata dia, dalam setiap aksi demonstrasi seringkali ada korban, dan demi kemanusiaan mereka harus diselamatkan. Karena itu, Unisba memfasilitasi evakuasi korban dengan melibatkan dokter, mahasiswa kedokteran, serta UKM seperti KSR PMI. "Bahkan, setelah berkoordinasi dengan Wakil Rektor II, kami juga menyiapkan kebutuhan pertolongan pertama, termasuk oksigen dan ambulans. Jika penanganan di posko terbatas karena keterbatasan alat medis, korban segera dirujuk ke rumah sakit terdekat,” katanya.
Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Unisba, Dr. Fajar Awalia Yulianto, dr., M.Epid., turut menjelaskan situasi di lapangan. Menurutnya, sejak pukul 16.00 hingga sekitar 18.30 WIB, jumlah korban sangat banyak. "Kami membuat triase darurat untuk memilah korban berdasarkan tingkat kegawatannya, mana yang urgent, bisa ditunda, atau yang tergolong ringan. Kami tidak bekerja sendiri. Unisba menjadi pusat koordinasi dengan dukungan dari STAI Sabili dan Unpas, serta adanya pos tambahan di Unpas. Dengan begitu, korban bisa dikendalikan dan diarahkan sebagian ke Unpas,” paparnya.
Fasilitas yang disediakan mencakup alat pemeriksaan kegawatdaruratan seperti stetoskop, oksimeter, peralatan medis dasar, P3K, hingga logistik penunjang berupa makanan dan minuman bagi petugas medis. Fakultas Kedokteran Unisba bertindak sebagai koordinator utama dalam kegiatan ini.
Unisba menegaskan bahwa seluruh bantuan diberikan secara murni atas dasar kemanusiaan. Universitas bersikap netral dan tidak berpihak kepada pihak mana pun dalam situasi yang terjadi. Posko kesehatan ini diharapkan dapat memberikan pertolongan cepat dan efektif bagi para korban, sekaligus menunjukkan komitmen Unisba terhadap kepedulian dan kesejahteraan masyarakat.