Jumat 29 Aug 2025 22:20 WIB

Posisi Macan Tutul yang Kabur dari Karantina Lembang Park and Zoo Terdeteksi

Macan Tutul Jawa itu diketahui aktif di malam hari jadi menambah kesulitan pencarian

Rep: Ferry Bangkit Rizki / Red: Arie Lukihardianti
Objek Wisata Lembang Park and Zoo di Kabupaten Bandung Barat Masih Ditutup Imbas Kaburnya Macan Tutul Titipan BKSDA pads Kamis (28/8/2025) Pagi.
Foto: Ferry Bangkit
Objek Wisata Lembang Park and Zoo di Kabupaten Bandung Barat Masih Ditutup Imbas Kaburnya Macan Tutul Titipan BKSDA pads Kamis (28/8/2025) Pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Macan tutul yang kabur dari karantina milik Lembang Park and Zoo dipastikan masih berada di kawasan objek wisata yang berada di Jalan Kolonel Masturi, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat itu.

Hewan liar titipan Balan Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) hasil penyelamatan dari Kabupaten Kuningan itu kabur dari kandang karantina pada Kamis (28/8/2025). Petugas gabungan dikerahkan siang dan malam untuk melakukan pencarian.

Baca Juga

"Sekitar pukul 12 sampai jam 1 malam kita sudah menemukan pergerakan macan tutul. Pergerakan macan tutul ini terpantau mengarah kembali ke arah karantina. Hewan ini terkonfirmasi masih ada di area dalam Lembang Park and Zoo, alhamdulillah belum jauh ke perkampungan," ujar Kepala Seksi Konservasi SDA Wilayah III Bandung, Ujang Acep di Lembang Park and Zoo, Jumat (29/8/2025).

Kepastian hewan liar itu terdeteksi menggunakan drone thermal. Pengamatan dari udara itu kemudian dilalukan petugas gabungan dengan menyertakan anjing pelacak atau K9. Petugas gabungan kemudian melakukan obervasi ke titik terdeteksi keberadaan satwa dengan nama latin Pantera Pardus Melas itu.

"Terakhir terdeteksi juga ditemukan bekas naiknya macan tutul ke atas pohon kersen. Dari pengamatan, kondisi satwa relatif sehat meski ditemukan bercak darah, belum bisa dipastikan apakah itu bekas pakan ayam atau luka. Namun dilihat dari pergerakannya yang lincah, kondisinya sehat," kata Ujang.

Meski sudah terdeteksi, namun macan tutul itu belum berhasil dievakuasi karena sifat hewan tersebut yang pandai bersembunyi. Sama seperti kucing domestik, kata Ujang, macan tutul akan mencari tempat tersembunyi, lorong sempit, atau gorong-gorong kering.

Selain itu, Macan Tutul Jawa itu diketahui aktif di malam hari sehingga menambah kesulitan pencarian. Pihaknya hanya bisa mengandalkan drone thermal dan anjing pelacak jika pencarian malam hari. Jaring jebak yang sudah dipasang umpan juga belum berhasil menjerat satwa tersebut.

"Pada malam hari dan pandangan terbatas, kita hanya dibantu drone. Ketika macan tutul berada di bawah vegetasi atau gorong-gorong, drone tidak bisa mendeteksi. Itu kelemahan pemantauan malam hari. Karena itu, upaya dilakukan siang hari ketika cuaca cerah. Hanya saja biasanya satwa beristirahat di siang hari. Tempat beristirahat ini bisa dideteksi oleh k9 melalui penciuman," paparnya.

Petugas akan mempersempit ruang gerak di kawasan Lembang Park and Zoo. Ujang Acep juga memastikan macan tutul yang kabur itu sulit untuk keluar dari kawasan Lembang Park and Zoo.

"Kita sudah persempit jelajah macan tutul ini untuk dilakukan penyergapan. InsyaAllah hari ini mudah mudahan bisa dapat," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement