Sabtu 07 Aug 2021 00:27 WIB

Penataan Pemukiman Kumuh di Kota Cirebon Dimulai

Penataan kawasan kumuh dalam program Kotaku itu diharap mengubah wajah pesisir.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agus Yulianto
Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati.
Foto: Dok Pemkot Cirebon
Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Pengerjaan peningkatan kualitas permukiman kumuh di Kota Cirebon untuk kawasan Panjunan, dimulai. Pengerjaan itu akan menata kawasan yang semula kumuh menjadi rapi dan tertata baik.

Permulaan pengerjaan itu diawali dengan sosialisasi yang digelar di aula Kantor Kecamatan Kejaksan, Jumat (6/8). Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi Jawa Barat, Indra Gunawan,  menjelaskan, melalui kegiatan sosialisasi itu, pihaknya bermaksud meminta izin bahwa program itu segera dilakukan. "Kita kulo nuwun," kata Indra.

Selanjutnya, pengerjaan peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Panjunan yang telah kontrak sejak seminggu lalu akan dimulai Agustus 2021 dan berakhir Maret 2022. Program itu merupakan upaya strategis yang dilakukan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. Tujuannya, untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia.

Program Kotaku dilaksanakan di 34 provinsi yang tersebar di 269 kabupaten/kota pada 11.067  desa/kelurahan. Adapun sasaran penanganannya seluas 23.656 hektare.

 

Untuk pengentasan kawasan kumuh di Kelurahan Panjunan, Kota Cirebon, yang merupakan bagian dari program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), dilakukan di RW 01 dan RW 10. Adapun anggarannya sekitar Rp 11 miliar secara multi years.

Adapun penataan yang dilakukan di antaranya, peningkatan drainase, peningkatan jembatan, pembuatan TPS 3R, pembuatan IPAL komunal, pedestrian, ruang terbuka publik, pekerjaan proteksi kebakaran dan lainnya.

Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati, berharap, pengerjaan ini nantinya tidak menemukan kendala. Dari sisi masyarakat, sudah menerima dan berharap lingkungan mereka akan semakin cantik.

Eti pun berharap, penataan kawasan kumuh yang masuk dalam program Kotaku itu diharapkan dapat mengubah wajah pesisir Kota Cirebon menjadi lebih cantik. "Serta dapat menjadi daya tarik baru wisatawan untuk berkunjung ke Kota Cirebon," tuturnya.

Eti juga meminta kepada semua pihak untuk dapat membantu terwujudnya program tersebut. Salah satunya peran serta dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung, yang diharap bisa mengeruk sungai di kawasan Panjunan.

"Hari ini saya akan kejar CSR Pelindo. Sehingga pembangunannya bisa dilakukan serempak," tandas Eti. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement