Selasa 28 Sep 2021 14:32 WIB

UMKM Jabar yang Masuk di Marketplace Naik 34 Persen

Jabar menempati posisi dua dalam hal daya saing digital di Indonesia dengan skor 57,1

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Gubernur Jawa Barat (Jabar), M Ridwan Kamil alias Kang Emil.
Foto: Dok Pemprov Jabar
Gubernur Jawa Barat (Jabar), M Ridwan Kamil alias Kang Emil.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melihat, jumlah pelaku UMKM di Jabar yang masuk pasar online atau marketplace terus bertambah. Sebelum pendemi Covid-19 hanya 20 persen atau 602 pelaku UMKM Jabar yang masuk di marketplace. Namun, setelah didampingi dan dilatih kini sudah ada 1.623 UMKM masuk marketplace atau naik 34 persen. 

Ridwan Kamil mengatakan, selama pandemi ini Pemprov Jabar bersama kab/kota mendampingi dan melatih UMKM untuk tetap bertahan. Bahkan berkembang dengan beradaptasi dengan teknologi yakni melakukan strategi pemasaran digital. 

"Kami di Pemprov Jabar sangat peduli dengan UMKM. Kenapa? Karena 90 persen ekonomi Jawa Barat itu ekonomi UMKM. Kemudian kita ingin semua go digital, maka kita lakukan pelatihan pendampingan semua pokoknya," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil belum lama ini.

Emil mengatakan, Jabar terus mendorong daya saing digital. Saat ini, Jabar menempati posisi dua dalam hal daya saing digital di Indonesia dengan skor 57,1. 

 

Menurutnya, ada empat pilar yang menjadi pendukung daya saing digital yakni SDM berkualitas, pembiayaan teknologi informasi dan komunikasi, pertumbuhan keuangan digital tinggi dan terakhir infrastruktur digital.

"Kami ini daya saing ada di rangking dua karena kami ini desa. Makanya Jawa Barat membuat konsep desa digital. Tentunya ada empat yang sedang kami siapkan. SDM harus siap semua harus jago digital. Kemudian tidak usah pakai cash lagi, semua pakai QR Code semua pake e-money dan sebagainya kemudian infrastruktur dan lain-lain," paparnya.

Emil pun mengajak, pelaku UMKM memanfaatkan potensi besar yang dimiliki Indonesia dengan go digital. Berdasarkan data Google, Temasek, dan Bain & Company 2020, ekonomi digital Indonesia di tahun mencapai 44 juta dolar Amerika atau Rp 631 triliun. Diprediksi pada 2025 akan meningkat menjadi USD 124 juta. 

"Dalam konteks potensi ekonomi digital tahun lalu orang mau jual beli lewat digital itu sekitar Rp 600 triliunan dalam hitungan lima tahun dengan kerja cerdas maka ada potensi sekitar Rp 1.700 triliun," katanya. 

Apalagi, kata Emil, Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna internet yang terbesar dengan 196,7 juta. Dari jumlah tersebut, 56 persen pengguna internet di Indonesia berasal dari daerah perdesaan. 

"Potensi di Indonesia pengguna internetnya hampir 200 juta. Orang Indonesia itu jumlah handphone-nya lebih banyak dari jumlah penduduknya," katanya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement