Kamis 25 May 2023 13:00 WIB

Bazar Murah akan Digelar di Kota Cirebon, Ada Telur Ayam

Bazar murah ini diharapkan dapat ikut mengendalikan harga komoditas pangan.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Bazar Murah.
Foto: Dok Humas Polresta Cirebon
(ILUSTRASI) Bazar Murah.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON — Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Jawa Barat, akan menggelar bazar murah komoditas pangan. Salah satu komoditas yang disediakan telur ayam.

“Pada hari Jumat (26/5/2023) ini kami akan mengadakan bazar murah, dengan menyediakan sejumlah komoditas pangan, seperti telur, minyak goreng, beras, dan lainnya,” kata Kepala DKUKMPP Kota Cirebon Iing Daiman.

Baca Juga

Iing mengatakan, bazar murah ini diharapkan dapat membantu menekan harga komoditas pangan di pasaran, sehingga laju inflasi pun terkendali. Rencananya agenda bazar murah akan digelar di depan Kantor DKUKMPP Kota Cirebon. 

Harga telur ayam

 

Ihwal telur ayam ras, menurut Iing, saat ini harganya naik karena meningkatnya permintaan, sementara pasokannya berkurang. “Kenaikan harga ini karena suplai telur turun, sedangkan permintaan banyak, sehingga harga terus merangkak naik,” kata dia.

Menurut Iing, telur ayam di Kota Cirebon rata-rata dipasok dari beberapa daerah di Jawa Barat, seperti Kuningan, serta dari Jawa Tengah. Ia mengatakan, harga telur ini dikabarkan terdampak kenaikan harga pakan ayam.

“Informasi yang kami dapat, harga telur naik karena pakan untuk ayam juga sedang naik,” ujarnya.

Dengan agenda bazar murah, Iing berharap harga telur ayam di pasaran bisa ditekan. Salah satu pedagang telur di Pasar Kanoman, Kota Cirebon, Opang, mengeluhkan harga telur ayam yang belum normal.

Menurut Opang, saat ini harga telur ayam yang dijual eceran Rp 31 ribu per kilogram. Sedangkan harga grosir sekitar Rp 30 ribu-31 ribu per kilogram. Adapun harga normalnya sekitar Rp 25 ribu per kilogram.

“Banyak pedagang eceran yang mengurangi pembeliannya karena harga sudah tinggi,” kata dia.

Karena itu, Opang mengaku omzetnya pun menurun. “Untuk omzet turun. Yang biasanya saya bisa jual tiga kuintal, kini hanya dua kuintal saja,” katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement