Senin 07 Aug 2023 11:14 WIB

Tim Inafis Masih Meneliti Penyebab Kebakaran Pasar Sadang Serang Bandung

Dilaporkan ada sekitar 160 kios pedagang yang terbakar di Pasar Sadang Serang.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Irfan Fitrat
Warga menyaksikan kebakaran yang terjadi di Pasar Sadang Serang, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/8/2023).
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Warga menyaksikan kebakaran yang terjadi di Pasar Sadang Serang, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Tim Inafis Polrestabes Bandung menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi di Pasar Sadang Serang, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (4/8/2023). Penyebab kebakaran masih diteliti lebih lanjut.

“Masih diteliti oleh Inafis Polrestabes Bandung,” kata Kepala Polrestabes (Kapolrestabes) Bandung Kombes Pol Budi Sartono, saat dihubungi, Senin (7/8/2023).

Baca Juga

Api yang membakar kios-kios pedagang di Pasar Sedang Serang sudah bisa ditangani pada Jumat malam. Setelah itu, Kapolrestabes mengatakan, petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan untuk memastikan tidak kembali muncul titik api.

Menurut Kapolrestabes, tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran setelah area yang terbakar selesai dilakukan pendinginan.

 

Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung sebelumnya mendapat laporan terjadinya kebakaran di area Pasar Sadang Serang pada Jumat (4/8/2o23), sekitar pukul 18.30 WIB. 

Berdasarkan hasil pendataan sementara, dari 416 los atau kios di pasar tersebut, dilaporkan ada lebih dari seratus yang terbakar. “Los yang terbakar kurang lebih 160,” kata Sekretaris Diskar PB Kota Bandung Iwan Rusmawan di Pasar Sadang Serang, Jumat.

Ihwal awal api pemicu kebakaran, Iwan mengatakan, belum dapat dipastikan. “Awal api belum ketahuan dari kios yang mana. Menurut warga, sumber api dari kios tengah,” ujarnya.

Menurut Iwan, tidak ada korban jiwa akibat kejadian kebakaran itu. Namun, kata dia, ada dua petugas Diskar PB yang terpapar asap kebakaran dan sempat mengalami kekurangan oksigen.

Seorang pedagang yang berusaha menyelamatkan barang-barangnya juga dilaporkan mengalami kondisi serupa. “Warga (pedagang) satu orang kurang oksigen,” katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement