Rabu 25 Oct 2023 14:07 WIB

Di Sukabumi, Animo Guru dan Siswa Aktivasi Identitas Kependudukan Digital Tinggi

Disdukcapil gencarkan layanan Si Jempol Lentik untuk siswa di Sukabumi

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi kembali menggencarkan layanan Siap Jemput Bola Pelayanan (Si Jempol) lengkapi identitas kependudukan (Lentik) sekolah. Hasilnya banyak siswa maupun guru yang mengaktivasi identititas kependudukan digital (IKD).
Foto: Dok Pemkot Sukabumi
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi kembali menggencarkan layanan Siap Jemput Bola Pelayanan (Si Jempol) lengkapi identitas kependudukan (Lentik) sekolah. Hasilnya banyak siswa maupun guru yang mengaktivasi identititas kependudukan digital (IKD).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi kembali menggencarkan layanan Siap Jemput Bola Pelayanan (Si Jempol) lengkapi identitas kependudukan (Lentik) sekolah. Hasilnya banyak siswa maupun guru yang mengaktivasi identititas kependudukan digital (IKD).

Hal ini misalnya terlihat dalam layanan Si Jempol Lentik yang digelar di SMKN 4 Kota Sukabumi, Senin (23/10/2023). Langkah ini untuk menjaring pelajar yang sudah berusia 17 tahun agar memiliki KTP elektronik.

''Layanan ini terkait jemput bola perekaman KTP elektronik sekaligus aktivasi identitas kependudukan digital (IKD)," ujar Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi Kardina Karsoedi, Senin. Layanan tersebut ditargetkan agar warga khususnya pelajar yang berusia 17 tahun memiliki dokumen kependudukan yang lengkap.

Dari pantauannya, kata Kardina, animo warga lingkungan sekolah terutama guru dan siswa cukup tinggi. Bahkan banyak siswa yang juga mengaktivasi IKD melalui handphone-nya.

 

Menurut Kardina, Si Jempol Lentik ini tujuannya menjaring warga usia 17 tahun yang harus memiliki KTP elektronik. Harapannya layanan ini memudahkan pelajar dalam memperoleh KTP elektronik perdananya.

Kardina menuturkan, layanan kependudukan ini digelar baik di kelurahan dan sekolah-sekolah serta fasilitas umum lainnya sejak 2022 lalu. Dalam setiap kegiatan jemput bola warga maupun para siswa sekolah memyambut dengan baik.

Selain mendorong kepemilikan KTP Kardina mengatakan, tujuan layanan ini dalam mengejar warga aktivasi identitas kependudukan digital. Apabila masyarakat sudah memiliki HP android.

Sebab, Kardina melanjutkan, pada 2023 disdukcapil mempunyai target 25 persen dari jumlah penduduk yang sudah memiliki KTP-elektronik dan miliki handphone Android harus aktivasi identitas kependudukan digital.

Sehingga mulai Januari 2023, petugas ke wilayah baik sekolah, tim PKK, dharma wanita, perguruan tinggi, perbankan, dan instansi vertikal.

Harapannya, kata Kardina, target 25 persen ini bisa tercapai. Sekarang ini capaiannya masih di bawah lima persen dan optimis target ini bisa tercapai.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement