Jumat 17 Nov 2023 13:26 WIB

Dinkes Tasikmalaya Periksa Klinik yang Dilaporkan Keluarga Bayi Meninggal

Dinkes Kota Tasikmalaya memanggil pihak dari klinik untuk dimintai keterangan.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Keluarga pasien mendatangi Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya untuk mengadukan masalah pelayanan di salah satu klinik wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (16/11/2023).
Foto: Republika/ Bayu Adji P
Keluarga pasien mendatangi Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya untuk mengadukan masalah pelayanan di salah satu klinik wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (16/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menindaklanjuti laporan dari keluarga pasien terhadap salah satu klinik terkait perawatan terhadap ibu dan bayi yang baru dilahirkan. Bayi pasien asal Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, dikabarkan meninggal dunia setelah dilahirkan di klinik itu.

Kepala Dinkes Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut pada Rabu (15/11/2023). Menurut dia, keluarga pasien mengadukan masalah itu secara langsung kepada Dinkes.

Baca Juga

Uus mengatakan, Dinkes sudah memanggil pihak klinik untuk meminta keterangan terkait laporan dari keluarga pasien itu. “Pihak klinik sudah dipanggil mengenai masalah itu,” kata dia, saat dikonfirmasi Republika, Kamis (16/11/2023).

Menurut Uus, Dinkes akan mengumpulkan informasi secara lengkap, baik dari pelapor atau keluarga pasien maupun pihak klinik terkait. “Kami akan hormati hak dan kewajiban masing-masing. Tentu ruang pertemuan, fasilitasi akan dilakukan setelah ada kejelasan kasusnya seperti apa,” ujar dia.

Sebelumnya, perwakilan keluarga pasien, Nadia Anastasia (31 tahun), mengatakan, keluarganya telah berkomunikasi dengan Dinkes Kota Tasikmalaya terkait masalah itu. Dinkes Kota Tasikmalaya meminta pihak keluarga melakukan pelaporan secara tertulis. “Dinas Kesehatan meminta kami membuat laporan secara tertulis. Dinas akan melakukan audit ke klinik tersebut,” kata kakak dari pasien itu.

Soal laporannya, Nadia menjelaskan, bermula saat adiknya menjalani persalinan di klinik yang berada di wilayah Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, pada Senin (13/11/2023) malam. Pihak keluarga merasa pelayanan dari klinik kurang baik. “Jadi, adik saya, ibu yang melahirkan di sana, tidak direspons dengan baik,” ujar dia.

Nadia mencontohkan, petugas yang menangani proses persalinan adiknya terlihat tidak profesional karena bekerja sambil bermain ponsel. Selain itu, adiknya yang menjalani proses persalinan diduga menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa yang sedang praktik di klinik tersebut.

Menurut Nadia, adiknya yang melahirkan di klinik tersebut juga tidak dibersihkan selepas persalinan. Selain itu, pihak keluarga juga menuding penanganan terhadap bayi yang baru dilahirkan tak optimal.

Nadia menjelaskan, berat badan bayi adiknya saat baru dilahirkan sekitar 1,5 kilogram. Bayi itu disebut dimasukkan dalam inkubator selama beberapa jam. Pada Selasa (14/11/2023) pagi, ibu dan bayinya disebut sudah disuruh pulang oleh pihak klinik lantaran dinyatakan sehat, tanpa harus mendapatkan penanganan lanjutan.

Pada Selasa malam, bayi berjenis kelamin laki-laki yang baru dilahirkan itu disebut tak bergerak. Pihak keluarga kemudian membawanya ke klinik tempat bayi itu dilahirkan. Namun, kata Nadia, bayi adiknya dinyatakan sudah meninggal. Pihak klinik disebut tak memberikan keterangan lanjutan.

Pihak keluarga masih berupaya memastikan kondisi bayi itu dengan membawanya ke rumah sakit lain. Namun, bayi dinyatakan meninggal. “Petugas di rumah sakit itu heran karena bayi sudah dibolehkan pulang, padahal masih harus dirawat,” kata Nadia. 

Orang tua dari bayi itu, Erlangga (23), mengatakan, pihaknya ingin menuntut keadilan dari pihak klinik. Karena itu, ia mengadukan kasus itu ke Dinkes Kota Tasikmalaya. “Pihak klinik sudah datang ke rumah dan meminta maaf atas kelalaian. Namun, kami minta kasus ini diusut agar tidak terulang lagi. Soalnya banyak yang merasakan pelayanan buruk di sana,” kata dia.

Republika mencoba mendatangi klinik yang berada di Jalan Bantarsari itu pada Kamis siang. Namun, pihak klinik masih belum bisa memberikan keterangan terkait masalah tersebut. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement