Selasa 28 Nov 2023 20:49 WIB

Investigasi Klinik Terkait Bayi Meninggal, Dinkes Tasikmalaya: Mudah-mudahan Lebih Cepat

Tim ad hoc yang melakukan investigasi terdiri atas berbagai unsur.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya Uus Supangat.
Foto: Republika/Bayu Adji P
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya Uus Supangat.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA — Tim ad hoc disebut masih melakukan investigasi terhadap salah satu klinik di wilayah Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terkait kasus bayi meninggal. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya masih menunggu hasil investigasi.

Kepala Dinkes Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengatakan, saat ini belum ada hasil investigasi yang bisa diungkap ke publik karena masih berproses. “Saya masih menunggu laporan. Kalau saya komunikasi, nanti dikira intervensi. Karena itu, kami masih menunggu,” kata dia, saat dikonfirmasi Republika, Selasa (28/11/2023).

Baca Juga

Ihwal kabar keluarga pasien atau pelapor yang belum dimintai keterangan oleh tim ad hoc, Uus mengaku belum bisa memastikan. Namun, kata dia, keluarga pasien pasti akan dimintai keterangan. “Kalau keluarga pasien belum bicara, mungkin akan dipanggil ulang. Saya juga baru pulang dari Bandung. Nanti kami cek,” katanya.

Uus memastikan, proses investigasi terus berjalan. Tim ad hoc disebut memiliki waktu 14 hari sejak dibentuk untuk menyampaikan laporan terkait kasus itu. Sejauh ini, kata dia, tim ad hoc sudah bekerja selama sekitar sepekan. “Itu sampai Senin depan. Mudah-mudahan bisa lebih cepat,” ujar dia.

 

Uus meminta semua pihak bersabar. Dengan begitu, tim ad hoc dapat fokus melakukan investigasi. Menurut dia, proses investigasi dipastikan berjalan secara independen karena melibatkan berbagai ahli yang kompeten di bidangnya, juga sejumlah tokoh masyarakat. “Insyaallah, semuanya berjalan secara proporsional. Kalau ada informasi, pasti akan kami kabarkan. Kita semua tunggu hasilnya,” kata dia.

Ihwal penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian, Uus mempersilakan proses itu tetap berjalan. Apalagi, polisi telah menerima laporan terkait kasus tersebut. “Kami juga kan berproses. Sabar menunggu saja. Biarkan semua tim bekerja secara cermat dan profesional,” katanya.

Sebelumnya, keluarga pasien mengeluhkan pelayanan salah satu klinik di wilayah Kecamatan Bungursari terhadap bayi yang baru dilahirkan pada Senin (13/11/2023) malam. Ketika itu bayi lahir dengan berat badan sekitar 1,7 kilogram.

Pihak klinik disebut hanya menaruh bayi di inkubator selama sekitar 4-5 jam setelah dilahirkan. Setelah itu, pihak klinik disebut mempersilakan pasien dan bayinya untuk pulang pada Selasa (14/11/2023) pagi.

Pada Selasa malam, bayi yang baru dilahirkan itu dinyatakan meninggal dunia. Keluarga pasien melaporkan kasus ini ke instansi terkait. Sempat muncul juga tudingan soal bayi yang dijadikan bahan konten.

Merespons kasus itu, Dinkes Provinsi Jawa Barat (Jabar) berkoordinasi dengan Dinkes Kota Tasikmalaya untuk melakukan penanganan. Berdasarkan informasi dari akun Instagram Dinkes Provinsi Jabar, disebutkan Dinkes Kota Tasikmalaya telah membentuk tim ad hoc untuk melakukan investigasi.

Tim ad hoc itu disebut melibatkan organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), praktisi hukum, asosiasi klinik, RSUD dr Soekardjo, Dinkes, dan tokoh masyarakat. 

Tim yang diberi waktu kerja selama 14 hari itu disebut bertugas melakukan audit, kajian, telaah, evaluasi, menyimpulkan kasus yang sedang ditangani, serta melaporkan, memberikan masukan, saran, dan usulan kepada kepala Dinkes Kota Tasikmalaya untuk mengambil tindakan selanjutnya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement